oleh

Yudisium Unvic Dinilai Melanggar Perwali

-Metro-39 views

Yudisium Universitas Victory Sorong yang dilaksanakan di Kampus Victory pada Kamis 1 Oktober 2020, dianggap melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Sorong, karena dengan sengaja melakukan pengumpulan massa di tengah-tengah meningkatnya angka positif Covid-19, padahal di dalam Perwali nomor 17 tahun 2020 dalam edaran Wali Kota poin IV menyatakan dilarang melakukan kegiatan mengumpulkan banyak orang harus dibubarkan.

Berdasarkan Perwali tersebut, Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Sorong yang dikoordinir oleh Kinan Hanubun mendatangi Universitas Victory Sorong untuk melakukan koordinasi bersama pihak kampus atas pelanggaran tersebut. Namun, sesampainya di Kampus Victory, didapati sebanyak 199 peserta Wisudawan tengah melaksanakan Yudisium.

Koordinator Lapangan Tim Gustu Covid-19, Kinan Hanubun menjelaskan bahwa Gustu Covid-19 menindak lanjuti Perwali nomor 17 tahun 2020 dan edaran Wali Kota Sorong yang mulai diberlakukan pada tanggal 29 September 2020. Maka, kegiatan Yudisium yang dilakukan oleh Universitas Viktory Sorong dinilai telah melanggar Perwali, sehingga sepantasnya harus dibubarkan.

“Saya berkoordinasi dengan panitia, dan menurut penjelasan Ketua panitia sudah berupaya untuk tidak melaksanakan kegiatan Yudisium,  tapi dari pihak Rektor tetap menginginkan harus dilakukan kegiatan dengan diganti nama dengan kegiatan sosialisasi, dan Rektor yang akan bertanggungjawab,”jelasnya.

Namun, berdasarkan kemanusiaan dan karena kegiatan sudah berjalan, tambah dia, sehingga ada toleransi, namun dengan batasan waktu 2 jam untuk menuntaskan kegiatan, apabila lewat dari waktu toleransi maka harus dibubarkan secara paksa.

“Kegiatan yang ada dan yang bertanggung jawab penuh adalah rektor maka, tetap akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang ada. Dan sanksinya masih akan diselidiki lebih lanjut,” ungkapnya.

Ketua panitia Pelaksana Yudisium Universitas Victor, Fantri mengaku bahwa pihak kampus juga tahu tentang pemberlakukan Perwali nomor 17 tahun 2020, dan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Gustu Covid-19 namun ditolak karena penerapan Perwali, tetapi pihak kampus tetap melaksanakan kegiatan Yudisium yang digantikan nama dengan kegiatan sosialisasi.

“Kami panitia sudah sampaikan ke pak Rektor, tetapi tidak ada jawaban yang begitu jelas dari pak Rektor, dan beliau mengatakan bahwa kegiatan tetap berjalan dan beliau Rektor yang akan bertanggungjawab,” ungkapnya

Sehingga, berdasarkan perintah Rektor, pihaknya sebagai pelaksana kegiatan namun yang bertanggung jawab penuh adalah Rektor. Menanyakan apakah ada unsur kesengajaan melanggar Perwali, sambung Fantri bahwa Rektor Universitas Viktory hanya menginginkan agar mahasiswa tahu tentang kelulusannya di kampus.

“Ada rencana pelaksanaan kegiatan Yudisium secara daring tapi menurut Rektor hanya dilakukan pada saat Wisuda,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed