oleh

YCAP Resmi Buka Pusat Edukasi Anak-Anak

-Sorong Raya-759 views

WAISAI – Dalam rangka untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan pendamping di Kampung Sawinggrai, Kabupaten Raja Ampat telah resmi dibuka Pusat Edukasi bagi anak-anak oleh Yayasan Cahaya Anak Papua (YCAP). Terhitung sejak 3 Agustus 2019 lalu telah dilaksanakan peresmian Pusat Edukasi Anak-anak Raja Ampat yang didirikan oleh Yayasan Cahaya Anak Papua.

  Peresmian dibuka dengan diiringi suling tambur sekaligus pemotongan pita secara simbolis yang dilakukan oleh Kepala Distrik Meos Mansar, Sergius Sauyai. Turut dihadiri Kepala Kampung Sawinggrai Paulus Sauyai, Perwakilan Dinas Pendidikan Raja Ampat Alex Mambrasar, Kepala Sekolah SMK Raja Ampat Hasan Makassar, para tokoh pendidikan di Raja Ampat, juga tetua adat dan warga masyarakat. YCAP sendiri didirikan oleh Jonas Muller dan Maya Puspa Dewi pada tahun 2018 hingga sekarang, dan yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, konservasi dan bantuan kesehatan.

  Tak hanya itu acara tersebut juga diramaikan dengan paduan suara siswa-siswi SD YPK Elim Sawinggrai untuk menghibur para undangan yang hadir dengan lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri di bawah bimbingan Yayasan Cahaya Anak Papua (YCAP). Hal itu disampaikan oleh salah satu pendiri Yayasan, Maya Dewi Puspa kepada koran ini, di Waisai belum lama ini. 

  Dikatakannya, pusat edukasi ini  berfokus untuk memberikan pendidikan informal secara gratis alias tidak memungut biaya sepersenpun kepada anak-anak di Kabupaten Raja Ampat.”Pembinaan edukasi tersebut dikhususkan pada pelajaran Bahasa Inggris dan Pendidikan Lingkungan Hidup. Kedua pelajaran ini dinilai sangat penting untuk dipelajari mengingat perkembangan pesat yang terjadi di Raja Ampat, khususnya di bidang pariwisata. Pusat edukasi inipun memiliki tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan yang akan berguna bagi masa depan,” ujarnya.

  Lebih lanjut, Maya menambahkan, edukasi tersebut dijalankan melalui sekolah informal setiap harinya dengan berbagai pelengkap seperti buku bacaan. Kemudian YCAP juga memiliki program lingkungan hidup bernama Ocean Warriors yang berfokus pada penanganan masalah sampah.”Program YCAP tidak hanya dilakukan di satu kampung, namun terdapat kelas berjalan di mana para guru berkeliling ke kampung-kampung di Raja Ampat untuk menjalankan program lingkungan hidup,”tambah Maya.

  Selanjutnya, dalam sambutan Kepala Kampung, Paulus Sauyai berharap dengan pusat edukasi ini anak-anak Raja Ampat harus bisa berbahasa Inggris agar dapat berkomunilasi langsung dengan para tamu terutama wisatawan mancanegara (wisman).”Semoga anak-anak tidak lagi menggunakan bahasa isyarat seperti para orang tua sekarang,” harap Paulus Sauyai.

  Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat, Alex Mambrasar menambahkan bahwa sekarang yang paling terpenting adalah mempraktekan ilmu. Sehingga keberadaan pusat edukasi ini dapat membuat anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga bisa praktek langsung.”Kepada semua pihak, terutama orang tua siswa, harus terus mendukung agar anak-anak belajar dengan baik di yayasan ini,” tutup Alex. (hjw) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed