oleh

Wonda : Theys Tokoh Kharismatik dan Ondoafi Besar

Terkait pemberian nama Theys Hiyo Eluay sebagai nama Bandara Sentani,  Ketua Harian PB PON XX, Yunus Wonda menyatakan tak diberikan begitu saja, namun telah melewati proses sebelum akhirnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah oleh DPR Papua. Demikian juga dengan nama Stadion Lukas Enembe. “Almarhum Bapa Theis adalah seorang tokoh. Kami dari DPRD Papua tidak melihat latar belakang almarhum. Kalau kami melihat latar belakang almarhum, Bapa Theis itu dalam musa mudanya dia adalah salah tokoh perjuangan Merah Putih di Papua ini,” jelas Yunus Wonda kepada wartawan usai peresmian, kemarin.

Wonda yang sehari-harinya menjabat Wakil Ketua DPR Papua ini mengakui, Theys Hiyo Eluay merupakan tokoh kharismatik dan merupakan seorang Andoafi besar dari delapan Ondoafi yang ada di Sentani Kabupaten Jayapura,  dan kawasan bandara ini merupakan wilayah dari Almarhum Theys Hiyo Eluay. “Kami lihat beliau adalah tokoh kharismatik. Selain itu, beliau juga adalah Ondoafi besar dari 8 Ondoafi. Beliau juga dinobatkan oleh masyarakat adat Sentani sebagai Ketua Lembaga Adat Sentani dan wilayah  bandara ini adalah wilayah beliau. Menurut kami, beliau pantas mendapatkan nama itu, sebagai seorang tokoh dan Ondoafi besar,”  tandas Wonda.

Politisi Demokrat ini mengatakan, pemberian nama Theys Hiyo Eluay telah didiskusikan dengan masyarakat adat Sentani maupun para tokoh, dan pada umumnya masyarakat adat memberikan dukungan. “Kami DPR Papua tidak hanya begitu saja  sahkan, tapi ini hasil kita duduk diskusi dengan masyarakat adat Sentani, tokoh-tokoh, semua kita lakukan itu. Masyarakat Sentani mendukung itu, karena beliau adalah seorang tokoh, figure besar,” pungkasnya. 

Sementara itu, acara peresmian venue PON, penggantian nama Stadion Papua Bangkit dan penggantian nama Bandara Sentani, meski berlangsung tertutup, tetap meriah dengan menghadirkan tarian adat, hiburan artis ibukota juga pesta kembang api. Seremonial peresmian juga diramaikan laga eksibisi antara Tim Sepakbola Papua kontra Tim Jawa Timur.  

Sebagai tuan rumah, Provinsi Papua ingin menjadikan kesuksesan seremonial peresmian venue PON ini sebagai tolak ukur persiapan menuju PON XX Tahun 2021 mendatang.  Digelar virtual dan tidak terbuka untuk umum, seremonial peresmian tersebut berjalan lancar hingga selesai, diakhiri hitung mundur 362 Hari Menuju PON XX.

Yunus Wonda mengatakan dengan dimulainya hitung mundur pelaksanaan PON, pihaknya akan terus mematangkan persiapan hingga tahun depan karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikebut demi kesuksesan pelaksanaan PON.  “Hitung mundur ini menandakan bahwa waktu sudah kian dekat, sehingga persiapan kita di semua klaster harus terus digenjot. Kita ingin buktikan kepada seluruh KONI di Indonesia bahwa kami Papua bisa dan mampu jadi tuan rumah sesuai dengan jargon kita, Torang Bisa,” kata Yunus Wonda kepada wartawan usai peresmian. (al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed