oleh

WNA Dibatasi Masuk Indonesia, Pengusaha Resort Kelabakan

-Ekonomi-29 views

SORONG – Langkah pembatasan Warga Negara Asing (WNA)  masuk ke Indonesia yang ditetapkan sejak awal tahun 2021 merupakan langkah kongrit yang diambil Pemerintah guna meminimalisir dampak penyebarab Covid-19 di wilayah Indonesia, khususnya Sorong Raya yang memiliki daerah-­daerah wisata yang menjadi daya tarik bagi dunia luar.

 Mengetahui pemberlakukan pembatasan WNA tersebut, salah satu pengusaha Resort (Wisata) Kepala Kantor The Misool Filling Station, Hindarto mengakui pihaknya cukup kelabakan dengan adanya aturan tersebut.  Sebab, para tamu Resort mereka yang berasal dari luar negeri pun kemungkinan akan dibatalkan sehingga ia berharap akan ada kelonggaran dari pemerintah pusat namun tentunya bersamaan dengan hilangnya Covid-19.

“Kami tetap optimis tahun 2021, dan kami pun tetap berupaya melakukan di tengah pandemi ini agar bertahan hidup, karena usaha kami hanya Resort ini,”jelasnya kepada Radar Sorong, Kamis (7/1).

 Diakui Pimpinan The Misool tersebut, awal mula Covid-19 masuk ke Kota Sorong pada bulan Maret 2020, pihaknya langsung menghentikan segala operasional demi mengikuti aturan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, bahkan beberapa jadwal-jadwal dari para tamu luar negeri pun dibatalkan dan penjadwalan ulang.

“Pada bulan Agustus 2020 ada pembukaan untuk wisatawan domestik dan kami agak sedikit bernafas lega, namun kami mulai menerima tamu pada bulan November 2020 itu pun kami berikan diskon. Kami tetap bersyukur karena berapapun tamu tetap kami terima,”ujarnya.

 Meskipun menerima tamu wisatawan domestik, tambah Hindarto hal tersebut belum dapat menutupi income  perusahaan yang telah mengalami penurunan hingga 90 persen. Sehingga, dengan omset yang berkurang tersebut akhirnya perusahaan mengambil suatu kebijakan dengan merumahkan sekitar 48 persen dari 160 karyawan.

 “Tetapi hak mereka tetap kami penuhi dengan memberikan hak mereka sebesar 50 persen dari gaji,”tandasnya.  Selain itu, sambung Hindarto hampir 100 persen pembatalan dan penjadwal ulang wisatawan di Resort miliknya. Oleh sebab itu, Hindarto berharap agar pandemic Covid-19 ini cepat berlalu dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat teap memberikan dukungan untuk kemajuan pariwisata di Raja Ampat. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed