oleh

Wisuda Drive Thru, Solusi Bijak di Masa Pandemi


Agenda Perguruan Tinggi Berjalan, Protokol Kesehatan Tetap Diterapkan


Ratusan wisudawan Universitas Victory mengikuti prosesi wisuda yang terbilang baru di Kota Sorong, dan unik, sistem drive thru. Wisuda drive thru ini dipilih agar proses akhir dari rangkaian kegiatan akademik sebagai tanda pengukuhan atas selesainya studi di perguruan tinggi, tetap berjalan meski di masa pandemi Covid, dan protokol kesehatan khususnya physical distancing tetap diterapkan. Dengan drive thru, agenda perguruan tinggi tetap berjalan dan disisi lain diharapkan tidak terjadi penyebaran Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) karena tidak ada konsentrasi maupun penumpukan massa.

Rusmin, Sorong

Berbeda dengan prosesi wisuda sebelum-sebelumnya, di masa pandemi Covid-19, Universitas Victory (Unvic) Sorong menggelar upacara peneguhan atau pelantikan mahasiswanya yang telah menyelesaikan pendidikannya melalui prosesi wisuda sistim drive thru, Kamis (15/10) pekan lalu. Wisudawan yang sudah siap dengan jubah dan toga, di-droping satu persatu oleh keluarganya dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, masuk ke dalam kampus.
Setibanya di dalam kampus, wisudawan turun dari kendaraan, menuju podium tempat pelaksanaan sidang senat terbuka Universitas Victory, mengikuti prosesi pemindahan kuncir, menerima ijazah, dan selanjutnya kembali ke kendaraan yang mengantarnya, untuk kemudian meninggalkan kampus.
Prosesi wisuda dengan sistim drive thru, dipilih pihak Unvic Sorong demi meminimalisasi peluang terjadinya penyebaran Coronavirus Disease-2019 (Covid-19). Wisuda drive thru guna memastikan tidak terjadinya penumpukan wisudawan maupun keluarganya, dengan demikian protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk menjaga jarak (physical distancing) betul-betul diterapkan. Selain itu, wisudawan yang seluruh jajaran rektorat Unvic Sorong wajib mengenakan masker saat acara wisuda.
Rektor Universitas Victory Sorong, Dr. Roximelsen Suripatty,SH,MH,MM,M.Kn mengatakan, wisuda drive thru terinspirasi dari kampus di Jawa, mahasiswa dapat mengikuti prosesi wisuda namun tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. “Acara intinya (Sidang senat terbuka,red) dilaksanakan jam 8 sampai jam 9 pagi, mulai dari awal sampai doa habis hanya diikuti pihak rektorat. Setelah itu mulai tatap muka, tatap muka itu satu persatu oleh wisudawan dengan rektorat untuk prosesi wisuda, dipindahkan kuncir oleh rector, menerima map berisi ijazah. Jam 9 pagi tepat, satu persatu wisudawan masuk diantar kendaraan, yang turun dari kendaraan hanya wisudawan, tidak boleh ditemani keluarga atau siapapun, hanya wisudawan untuk mengikuti prosesi wisuda,” jelas Roxi Suripatty.
Sebanyak 223 wisudawan masuk satu persatu untuk mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung kurang lebih tiga jam lamanya, dan baru berakhir sekitar pukul 12.00 WIT. “Habis dipindahkan kuncir oleh rektor, terima ijazah, wisudawan naik kendaraan langsung pulang, sehingga tidak ada penumpukan sama sekali baik di kampus maupun diluar kampus,” jelas Roxi.
Wisuda sistim drive thru ini baru kali pertama terjadi di Universitas Victory Sorong, dan Kota Sorong pada umumnya. Biasanya dilaksanakan di aula, namun penyesuaian sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa pihak rektoral kita mengambil terobosan dan melakukan sesuatu yang baru, lain dari biasanya. “Mudah-mudahan diikuti oleh kampus-kampus atau lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Kami nilai sistim drive thru ini efektif. Di satu sisi agenda perguruan tinggi berjalan, di sisi lain Covid-19 bisa diminimalisasi karena tidak adanya penumpukan wisudawan, salah satu anjuran protokol kesehatan dalam hal ini physical distancing tetap diikuti,” jelas Roximelsen Suripatty.
Ratusan wisudawan yang diwisuda dengan sistim drive thru ini merupakan mahasiswa dari 6 fakultas dan 10 program studi, dan mereka ini merupakan wisudawan angkatan ke-XIV Unvic Sorong. Salah seorang wisudawan mengaku sedikit kecewa atas keputusan pihak kampus menyelenggarakan wisuda dengan sistem drive thru ini. “Agak kecewa sih, kan kita juga butuh kehadiran keluarga, orang tua, istri untuk bersama menyaksikan prosesi sakral ini. Tapi apa daya keadaan seperti ini ya tetap kita ikuti saja, yang penting bisa berjalan lancar dan semua menikmati itu,” ucapnya. (ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed