oleh

Wisma Bupati akan Dijadikan Museum

-Metro-96 views

AIMAS – Bupati Sorong, Dr. Kohny Kamuru dan Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau sepakat akan menyulap wisma rumah jabatan Bupati menjadi meseum sejarah terbentuknya Sorong Raya. Wisma yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kompleks Klademak (Samping Ramayana Mall) tersebut benjadi salah satu item dari 33 aset yang diusulkan Pemkot Sorong untuk diserahterimakan oleh Pemkab Sorong.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Bupati Sorong, Johny Kamuru mengatakan terkait beberapa catatan aset yang telah dibahas bersama KPK seperti rumah jabatan dan wisma akan tetap dipertahankan menjadi sebuah museum. Dimana sejarah berdirinya kota/Kabupaten se-Sorong Raya dimulai dari wisma atau rumah jabatan Bupati Sorong pada waktu itu.

Selain itu, aset berupa hotel Batanta akan diserahkan kepada Pemkot Sorong, sedangkan untuk Gedung Diklat masih akan dibahas kembali berkaitan dengan kesepakatan awal untuk ruislag. Hal tersebut mengingat Pemkab Sorong juga membutuhkan gedung Diklat di lokasi yang baru.

“Beberapa aset telah kami serahkan sejak lama, namun memang ada administrasi yang belum, sehingga ini yang harus ditindak lanjuti. Untuk rumah jabatan Bupati Sorong yang di Klademak agar tidak berpindah tangan, karena akan dijadikan museum. Itu sebagai penanda sejarah keberadaan Kabupaten Sorong yang juga dimulai dari rumah tersebut,” ungkap bupati.

Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau menyebutkan, wisma atau rumah jabatan Bupati Sorong di Klademak dapat dilakukan kesepakatan bersama tanpa harus menunggu persetujuan Gubernur Papua Barat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sorong atas keterbukaan sehingga dapat menyerahkan aset-aset tersebut.

“Luar biasa, saya salut dengan Bupati Sorong atas kerelaannya menyerahkan aset kepada kami. Harapan kami agar aset yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Berkaitan dengan keinginan Bupati Sorong untuk mengalih fungsikan wisma atau rumah jabatan Bupati, lanjut Lambert, ia mengatakan bahwa urusan tersebut tidak perlu sampai ke pemerintah provinsi. Hanya cukup dengan kesepakatan kedua belah pihak saja.

“Cukup nanti saya dan bupati tanda tangan buat kesepakatan kita bangun rumah dinas menjadi museum sesuai impian Bupati Sorong,” imbuhnya.

Berdasarkan data, Pemkot Sorong sebenarnya mengusulkan kepada Pemkab Sorong untuk menyerahkan 33 aset. Namun setelah dilakukan penelitian, ternyata sebagian besar aset telah diserahkan, tetapi administrasi aset yang telah diserahkan yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan administrasi tersebut. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed