oleh

Waspadai Ranjau Darat di Perbatasan

JAYAPURA – Masyarakat Kota Jayapura harus lebih berhati-hati jika masuk ke hutan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Hal ini menyusul temuan ranjau aktif di Kampung Mosso Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Senin (21/10). Ranjau darat peninggalan perang dunia II ini kerap ditemukan para petani dan pekerja kayu yang membuka lahan baru di wilayah Distrik Muara Tami. Bahkan, ranjau darat sempat memakan korban jiwa warga setempat yang tidak sengaja menginjak benda tersebut. Penemuan ranjau terakhir ditemukan seorang warga berinisial S. Temuan itu langsung dilaporkan kepada Satgas Pamtas Yonif 713/ Satya Tama Pos Muara Tami yang tengah melaksanakan patroli di sekitar Kampung Mosso.

Komandan Satgas Pamtas Yonif 713/ST, Letkol Inf Dony Gredinand dalam siaran persnya, Rabu (23/10) mengatakan, pihaknya menduga ranjau darat AT yang ditemukan di wilayah perbatasan adalah peninggalan Hindia Belanda. Ranjau temuan dipastikan masih aktif dan dapat meledak sewaktu-waktu.  “Ranjau masih aktif, kemungkinan peninggalan perang dunia II,” tuturnya.

Dijelaskan, temuan ini berawal saat satu regu Satgas Pos Muara Tami yang dipimpin Letda Inf Megantara Prawira melaksanakan patroli keamanan perbatasan di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Di tengah perjalanan, regu patroli dihampiri seorang masyarakat yang mengaku melihat benda padat yang dicurigai sebagai bahan peledak. Dari hasil pengecekan, bahan peledak dimaksud ternyata ranjau darat AT aktif. “Saat pengecekan, anggota juga menemukan serpihan alat perlengkapan militer berupa helm baja dalam kondisi rusak berat,” terangnya.

Berdasarkan informasi masyarakat, benda menyerupai ranjau darat banyak ditemukan di daerah Muara Tami. Bahkan informasinya, sebelumnya sempat memakan korban jiwa akibat terkena ranjau darat. “Informasi penemuan ranjau darat telah dilaporkan ke Satgas-Satgas sebelumnya. Biasanya laporan dari pekerja kayu atau petani yang membuka lahan baru di sekitar wilayah Muara Tami karena menemukan benda padat yang disinyalir ranjau darat atau bahan peledak lainnya,” katanya.

Ia menghimbau masyarakat melaporkan kepada aparat terdekat apabila menemukan bahan peledak atau apapun yang dapat membahayakan masyarakat. Sementara untuk barang bukti ranjau darat diserahkan ke Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 713/ST untuk diserahkan ke Paldam XVIl/Cenderawasih. “Silahkan melaporkannya kepada aparat keamanan yang ada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. (al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed