oleh

Waspada Pencurian dengan Modus Transfer Uang

-Metro-199 views

SORONG-Modus pencurian di wilayah Kota Sorong kini semakin beragam, mulai dari berpura-pura belanja hingga pura-pura mentransfer sejumlah uang. Hal tersebut juga terjadi di toko Murah Mart, Km 10 pada 26 Desember 2020. Dimana, wajah salah seorang karyawannya, Nurul Istiqamah disiram dengan air parfum oleh NN (27) berjenis kelamin perempuan yang ingin melakukan percobaan pencurian.

Dimana, berdasarkan rekaman CCTV, terlihat NN datang membawa karung dan menuju meja kasir dimana Nurul berada, dengan berpura-pura ingin mentransfer uang senilai Rp 20 juta. Selanjutnya, NN pun mengajak Nurul bercerita sambil mengambil satu botol parfum dari atas meja kasir tersebut dengan alasan ingin mencium bau parfum tersebut.

Nurul menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00 WIT, dimana NN mendatangi toko dengan dalil ingin mentransfer puluhan juta. Diakui Nurul, ia cukup mengenal NN karena NN sering datang berbelanja atau hanya untuk mentransfer uang beberapa puluh ribu. Sesampainya di meja kasir, tambah Nurul, NN mengambil kursi dengan dalil untuk duduk sambil menghitung uang.

“Kemudian, NN ambil parfum dan disemprotkan ke tangan dan dia suruh saya mencium wangi parfum itu. Kemudian dia juga iseng semprotkan ke badan saya. Selanjutnya saya ambil air di kulkas dan saya lihat dia ambil HP toko, kemudian dia taruh Hp toko di atas meja dan saya ambil lagi,”jelasnya kepada Radar Sorong, Selasa (12/1).

Tidak berselang lama, sepertinya teman NN memberikan kode dari luar sehingga tiba-tiba saja NN langsung menyiram air parfum tersebut ke wajah Nurul dan mengenai mata Nurul. Sehingga, NN pun naik ke atas meja kasir dan mencoba mengambil uang, sehingga terjadi aksi saling tarik menarik antara Nurul dan NN yang mengakibatkan Jilbab Nurul terlepas dan NN terjatuh kemudian melarikan diri bersama dengan temannya.

“Kepala saya terasa sakit, mungkin di pukul pakai botol parfum. Kemudian, NN pun kabur dengan temannya yang sudah menunggunya dengan sepeda motor yang terparkir jauh dari toko,”ungkapnya.

Beruntung, tambah Nurul tidak ada barang toko yang diambil oleh NN. Diakui Nurul, ia cukup mengenali NN sebab NN sudah beberapa kali datang ke toko dengan alasan ingin mentransfer uang dan belanja. Berdasaran hasil rekaman CCTV, terlihat NN sudah mengintai toko tersebut sejak tanggal 24 Desember 2020 lalu, kemudian NN kembali lagi pada tanggal 25 Desember 2020, NN datang dengan menggunakan jilbab dan cadar serta baju lengan pendek dan celana ketat.

Dan berpura-pura belanja berbagai barang karena sengaja menyibukkan penjaga toko.  Kemudian, NN naik ke atas meja kasir dan mencoba membuka laci uang toko, namun karena laci tersebut keras, sehingga NN tidak dapat mengambil uang.

“Dan tanggal 26 Desember 2020 kemarin itu dia datang lagi dan mencoba mencuri lagi dengan menyiram muka saya dengan air parfum,”ungkapnya.

Kejadian tersebut, sambung Nurul sudah ia laporkan kepada pihak kepolisian. Akan tetapi, sambung Nurul pihak kepolisian tidak bisa melakukan penahanan terhadap NN dengan alasan bahwa tidak ada bekas luka pada Nurul dan kasus tersebut masuk dalam kategori (penganiayaan ringan) dan percobaan pencurian serta tidak ada barang yang hilang.

Sementara itu, pemilik took, Yani, mengungkapkan pelaku sudah sering datang ke toko dan melakukan pendekatan dengan karyawan. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada karyawan maupun para pengusaha khususnya toko harus waspada, bila ada pembeli yang tidak dikenal dan berusaha mendekat, maka karyawan harus berhati-hati.

“Jangan memberitahukan keberadaan uang maupun pimpinan. Karena, pelaku pasti akan cari waktu yang tepat. jangan terlalu percaya sama orang. Pencurian ini sudah terjadi dua kali, dimana pertama 4 karton teh kotak saya hilang namun kami tidak terlalu mempermasalahkan, hanya saja saat kejadian ini cukup membekas, karena NN sangat kejam,”tuturnya.

Diakui Yani, ia sudah membuat LP dengan CCTV menjadi bukti namun sayangnya pihak kepolisian tidak bisa menahan pelaku karena bekas semprot sudah hilang, kemudian ketika memukul pun tidak meninggalkan bekas.

“Saya berharap masyarakat berhati-hati karena NN ini sudah memiliki banyak kasus di Timika, bahkan saat ini kabarnya, NN sudah ada di Timika, NN juga sudah sering keluar masuk Kantor Polisi karena penipuan.

Diakui, Yani dulu NN bahkan sempat membantu karyawannya menghitung uang pelanggan yang hendak mentransfer uang.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed