oleh

Waspada, Brend Dikeroyok di Jalan F. Kalasuat

-Metro-98 views

SORONG-Berniat pulang usai mengantarkan kendaraan (mobil) ke tempat kerjanya, A atau dikenal sebagai Brend (31) diberhentikan 5 orang di jalan F. Kalasuat depan lorong SD Inpres 46 sekitar pukul 01.00 WIT, Jumat (9/7) dini hari. Tak berselang lama, tiba-tiba Brend di keroyok oleh 3 dari 5 orang tersebut.

Kini kondisi tubuh korban cukup memperhatinkan, dimana terdapat luka bekas kuku-kuku pelaku di area leher korban, luka di bagian bahu kanan, lutut kiri dan area tubuh lainnya. Bahkan, saat diwawancari Brend tampaknya kesulitan berbicara dan menahan rasa sakit di bagian leher dan tubuhnya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

 Kepada Koran ini, korban menceritakan kronologinya, dimana setelah pulang mengantar mobil ke tempat kerjanya menuju rumahnya yang berada di komplek SD Inpres 46 Malanu, ia diberhentikan 5 orang yang sedang mengonsumsi miras.

“Mereka tahan saya, katanya karena bawa kendaraan balap-balap. Kemudian, mereka bicara-bicara dan tiba-tiba 3 orang pukul saya. Karena tidak tahan sakit, saya lari masuk ke dalam kompleks dan saya jatuh. Kemudian mereka pukul saya lagi sampai saya masuk ke dalam got (parit) di depan rumah Anggota Polairud, dan anggota Polairud itu keluar kemudian amankan saya,”jelasnya, kemarin.

Diakui Brend para pelaku langsung kabur namun beruntungnya tidak mengambil barang berharga miliknya. Selanjutnya, sambung Brend ia pergi ke Polres Sorong Kota untuk membuat laporan polisi (LP) sekitar pukul 02.00 WIT, Jumat dini hari. Kemudian, dari polisi arahkan untuk melakukan visum di RSUD Km 22. Kemudian, pagi harinya sambung Brend ia bersama ayahnya kembali ke Polres Sorong Kota untuk memberitahukan nama pelaku.

Bernadus bahkan sempat menyuruh salah satu anaknya untuk mengecek keberadaan para pelaku, namun para pelaku tidak terlihat di kompleks tersebut sehingga anaknya menyarankan agar Bernadus kembali saja ke rumah. Sebelum pulang, sambung Bernadus ia mengatakan ke pihak kepolisian bahwa jika pihak keluarga korban yang mencari pelaku berarti beda ceritanya.

“Saya bilang, kalau kami yang cari pelaku artinya yang penting pelaku tidak mati saja kan. Kalau hanya kaki putus tidak apa-apa toh, yang penting tidak mati. Saya ulang kata itu 3 kali, namun polisi tidak ada jawaban dan hanya ketawa saja. Akhirnya saya pamit pulang,”ungkapnya.

Radar Sorong yang berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait di Polres Sorong Kota, namun belum ada jawaban. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed