oleh

Warga ‘Serbu’ Kantor Disnaker

Harapkan Bantuan Tangan Kasih dari Pemprov

SORONG – Ratusan Warga Kota Sorong, Selasa (19/1) berbondong-bondong‘menyerbu’ Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Sorong guna ­memasukan dokumen KTP dan Kartu Keluarga sebagai persyaratan untuk mendapatkan bantuan tangan kasih dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. ”Kita datang bawa berkas KTP dan KK untuk bantuan tangan kasih dari bapa gubernur,” kata salah satu warga dalam bincang-bincang dengan Radar Sorong, ­kemarin.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pantauan Radar Sorong, saking banyaknya warga yang datang mengharapkan bantuan tangan kasih dari Pemprov Papua Barat, tak sedikit diantaranya yang memilih menunggu di bagian luar kantor Disnaker Kota Sorong, menunggu giliran untuk memasukkan berkas persyaratan. Warga lainnya bernama Epi, mengaku mendapat informasi dari tetangganya sehingga ia pun rela antri bersana warga lainnya. ”Saya dengar dari tetangga ada bantuan dari pemerintah makanya saya datang bawa berkas,” kata Epi yang ditemui Radar Sorong di Kantor Disnaker Kota Sorong, Selasa (19/1). 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Sorong, Drs.Mesakh Jumame mengakui bila masyarakat dari Minggu lalu datang berbondong-bondong, padahal bantuan tersebut bukan untuk umum tetapi ditujukan kepada yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk meredam dan untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 karena masyarakat telah memadati Kantor Disnaker, berkas-berkas yang dibawa masyarakat langsung diterima Disnaker.  ”Data-data mereka akan kami sortir. Kami akan koordinasi dengan Dinas Koperasi, Dinas Sosial, supaya bantuan tidak double jadi bantuan bagi buat yang lain lagi,” kata Mesakh Jumame.

Menurutnya, program bantuan tersebut merupakan bantuan sosial Tangan Kasih Pemprov Papua Barat. Bantuan Tangan Kasih merupakan bantuan yang diberikan Pemprov Papua Barat pada pekerja formal dan non formal terdampak Covid-19 di Papua Barat.  ”Program ini adalah bantuan Provinsi Papua Barat, kebijakan pak gubernur dalam rangka mengantisipasi dampak pandemi. Bantuan tangan kasih kepada masyarakat lebih khusus kepada pekerja formal seperti buruh dan karyawan yang di-PHK atau dirumahkan oleh perusahaan yang ada di kota Sorong. Pekerja non formal yaitu masyarakat yang jual sayuran, jual pinang, yang ojek dan kita akomodir masuk. Intinya ini untuk pekerja yang di-PHK dan dirumahkan,” jelas Mesakh Jumame yang ditemui Radar Sorong di Kantor Disnaker, Selasa (19/1).

Menurutnya, Dinas Ketenagakerjaan Kota Sorong sebagai tenaga teknis untuk membantu program pemerintah provinsi, yang menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan bukan wewenang pihaknya. ”Kami turun mendata dan lain sebagainya, lalu kami serahkan ke Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja provinsi Papua Barat. Data yang disetujui, diproses dan dicairkan bantuannya melalui bank,” ucapnya.

Dikatakannya, bantuan tangan kasih periode II sebelumnya mengalir dalam bentuk tabungan melalui bank yang ditunjuk Pemprov, dengan nilai Rp600 ribu per bulan. “Di tahap sebelumnya Rp600 ribu per bulan, untuk selanjutnya kami tidak tahu,” ujarnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed