oleh

Warga Binaan Wisudawan Terbaik

SORONG – Salah seorang warga binan Lapas Sorong, Kristiyansen M. Rouw tampil sebagai wisudawan terbaik dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Saint Paul Sorong, IPK 3,62 dengan predikat cumlaude, dan berhak menyandang gelar S.Tr.T di belakang namanya. Selama mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan di Pollaris Ballroom Vega Hotel, Sabtu (23/1), Kristiyansen dikawal dua petugas Polsuspas.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas 2B Sorong, Gustaf Rumaikewi,SH,MH membenarkan bahwa Kristiyansen merupakan salah satu warga binaan Lapas Kelas 2B Sorong yang tersandung kasus pidana bersama temannya. Karena tindakannya, Kristiyansen disanksi pidana 1,2 tahun, dan baru 10 bulan dijalaninya.

Menurut Kalapas, Kristiyansen memiliki kepribadian yang sangat baik selama menjadi warga binaan. Dia dikenal dengan pembawaannya sangat tenang, aktif dalam program-program Lapas Kelas 2B Sorong,  bahkan tidak pernah punya catatan buruk selama menjadi warga binaan. Alasan itulah yang membuat Kalapas mengizinkan Kristiyansen keluar dari LP demi mengikuti prosesi wisuda meski dengan pengawalan petugas.

“Dia anaknya baik, sangat tenang, tidak pernah melakukan pelanggaran terhadap aturan yang kami buat, maka saya juga harus memberikan apa yang menjadi haknya. Kalau haknya adalah bisa tetap menjalani studi, ya berarti harus saya berikan. Apalagi pihak kampus juga bisa menerima mahasiswanya meski sedang tersandung pidana, maka kita upayakan itu. Prinsisp saya, meskipun saat ini dia sedang menjalani pidana namun kita tidak boleh membunuh masa depannya,” jelas Gustaf Rumaikewi yang ditemui Radar Sorong.

Kristiyansen yang ditemui usai mengikuti prosesi wisuda, menyampaikan banyak terimakasih kepada Kalapas Sorong dan jajaran yang telah banyak memberikan dukungan kepadanya selama mengikuti proses perkuliahan dari dalam Lapas. Meski dengan keterbatasan yang ada, Lapas Sorong juga terlibat dalam dalam keberhasilan yang dicapainya. 

“Terima kasih banyak kepada Kalapas Sorong karena sangat banyak dukungan yang diberikan kepada saya untuk sampai di titik ini, termasuk saya difasilitasi ruangan khusus yang sangat representative untuk belajar. Di ruangan tersebut dilengkapi dengan PC yang tersambung koneksi internetnya, sehingga bisa saya gunakan untuk menyelesaikan tugas kuliah. Saya juga diperbolehkan membawa laptop dari luar untuk keperluan kuliah daring,” bebernya.

Kristiyansen berpesan agar mahasiswa lain yang masih juga menjadi warga binaan di lapas Sorong untuk tidak patah semangat dengan kondisi yang harus dihadapi. Sebab setiap orang punya prosesnya masing-masing untuk berkilau pada waktunya. 

“Teman-teman lain jangan malu, tetap maju terus meskipun akan banyak orang yang memberi stigma negativ bagi kami yang sudah pernah menjadi penghuni lapas.  Namun kita tidak boleh putus asa, karena lapas tidak semengerikan seperti yang difikirkan banyak orang. Sebab saya merasakan sendiri, betapa petugas lapas juga banyak memberikan kemudahan kepada saya sebagai mahasiswa untuk tetap mendapatkan hak yang seharusnya saya dapatkan,” lanjutnya.

Lulus dengan predikat cumlaude membuat Kalapas Sorong begitu bangga dengan warga binaannya tersebut. Kalapas berharap, usai menyelesaikan masa pidana, Kristiyansen dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. “Saya harap Kristiyansen bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, apalagi hari ini dia lulus dengan predikat yang sangat baik ditambah dengan pengalaman hidup yang ia dapatkan selama menjadi warga binaan, saya rasa itu akan mendukung hidupnya kedepan menjadi lebih baik lagi. Yang jelas saya sangat bangga, dia tidak putus asa dengan keadaan, tetap berusaha meski dalam keadaan tersulit,” imbuh Kalapas. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed