oleh

Warga Belakang SMP 6 Butuh Solusi Atasi Banjir

-Metro-74 views

Drainase dan Pagar SMP Negeri 6 Diduga jadi Penyebab Banjir

SORONG-Warga belakang SMP Negeri 6 Kota Sorong, Malanu, ketika terjadi hujan mengeluhkan banjir yang mengakibatkan rumah mereka terendam air. Hal tersebut dikatakan Susana, bahwa parit atau drainase yang berada di area rumahnya, tepat di belakang SMP Negeri 6 Kota Sorong, tidak layak karena ukurannya kecil. Bahkan tempat aliran, yaitu air hujan dari arah gunung ditutupi dengan pagar atau tembok sekolah SMP 6, ini menjadi salah satu penyebab kebanjiran.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Parit atau drainase ini membuat rumah warga di belakang SMP 6 ini tenggelam. Antara rumah saya dan SMP 6 itu awalnya ada tembok. Namun, karena banjir hingga temboknya roboh. Sekarang mereka (pihak sekolah) mau bangun lagi. Tetapi mereka tidak pikir kita warga kecil yang ada di belakang ini yang selalu banjir, tenggelam, banjir, tenggelam karena paritnya kecil. Rumah saya yang awalnya dibangun seperti rumah lainnya, rumah tembok tapi rubuh 3 kali. Tidak ada ganti rugi. Satu lembar seng tidak ada. Sampai rumah saya dibuat rumah panggung, sekarang sudah mau rata lagi dengan tanah karena sering banjir,” katanya kepada Radar Sorong, Selasa (31/8).

Dijelaskannya bahwa drainase yang membangun adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sorong. Namun, tidak sesuai perjanjian awal membangun drainase. Sementara lahan atau tanah yang dibangun adalah miliknya tanpa diganti rugi sepersen pun.

“Paritnya yang membangun adalah PU tidak sesuai. Dulu perjanjian antara saya dan SMP 6 itu, katanya parit 3 meter. Jadi tanah saya 1,5 meter dan dari SMP 6 itu 1,5 meter. Nah, ternyata begitu paritnya jadi itu bukan 3 meter, hanya 2 meter. Dan tanah saya yang diambil semua itu 2 meter. Dan itu tidak diganti rugi sama sekali,” tegasnya.

“Saya harapkan pemerintah turun, tolong lihat parit yang lurus masuk SMP 6. Tetapi terhalang pagar yang dibangun pihak SMP 6. Dan pagar itu sudah 3 kali rubuh karena banjir. Waktu belum rubuh, kami di belakang ini masuk air di rumah hampir sampai di plafon. Karena temboknya rubuh, airnya langsung surut. Kami harap SMP 6 jangan bangun pagar, tetapi mereka tidak mau mencari solusi dengan kami masyarakat di belakang.,” sambungnya.

Sementara itu, warga lainnya Frans, mengatakan bahwa sudah sempat berkoordinasi dengan pihak SMP Negeri 6 Kota Sorong. Namun, tidak menemui solusi. Ia meminta pemerintah Kota Sorong agar menjadi perhatian atas kejadian atau problem yang dihadapi antara warga dan sekolah SMP Negeri 6 Kota Sorong tersebut.

“Kami tadi sudah melakukan koordinasi namun berselisih paham dengan kepala sekolah. Jadi sudah 3 kali tembok itu rubuh, karena air dari atas gunung turun. Nah, ini ketiga kalinya pihak sekolah mau membangun lagi dan selisih dengan masyarakat di sini. Dari PU, Lurah, RT sudah datang tetapi solusi tidak ada. Saya harapkan pemerintah perhatikan kami,” tegasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed