oleh

Wanita Paruh Baya Ditemukan Berlumuran Darah

-Berita Utama-1.004 views
Dianiaya Pelaku Perampokan Saat Berteriak Minta Pertolongan

SORONG – Seorang wanita paruh baya, Karmiati (50) ditemukan belumuran darah di sekujur tubuhnya pada pukul 06.30 WIT di Jalan Perikanan Klademak 2 Pantai, Senin (21/10) di rumah kontrakannya. Korban ditemukan oleh salah satu tetangganya ketika hendak mandi.

Menurut tetangga korban yang enggan namanya dikorankan, ketika dirinya hendak mandi pada pukul 06.30 WIT tepat di samping rumah korban, tiba-tiba dirinya mendengar jeritan kesakitan dari korban. Saksi kemudian masuk ke rumah korban yang pintu rumahnya sudah terbuka lebar. 

“Saya masuk ke dalam dan melihat ibu ini sudah berlumuran darah di lantai. Saya melihat lukanya cukup parah kayaknya di bagian kepala dan bagian (Maaf) kemalauannya juga. Saya sempat tanya kepada korban dan dia katakan kalau dia dirampok dan barang-barangnya sudah diambil semua,” jelas tetangga yang menemukan korban kepada kepada Radar Sorong, kemarin.

POLICE-LINE. Demi kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian memasang garis polisi di rumah kontrakan yang ditinggali korban.

Mengenai keberadaan suami korban saat kejadian, tetangga mengatakan bahwa suami korban bekerja sebagai penjual kantong plastik di Jembatan Puri, biasanya berangkat pada waktu subuh sehingga ketika kejadian tersebut suami korban tidak berada di rumah. Korban di rumah sendiri karena selama ini mereka hanya tinggal berdua. “Jadi korban hanya tinggal berdua dengan suaminya di sini selama 3 tahunan lah. Ketika kejadian itu, saya sama sekali tidak mendengar teriakan korban padahal jarak rumahnya tidak terlalu jauh. Mungkin karena saat itu kondisi hujan deras dan di depan rumah korban pun gelap tidak ada lampu,” tuturnya.

Sementara itu, ibu RT 001/RW 004 Klademak Pantai, Sarah Wainsaf mengatakan, setelah mendengarkan teriakan dari tetangganya, ia langsung berlari kearah sumber suara dan melihat korban sudah berlumuran darah. Sarah kemudian berinisiatif menutup rumah korban dan melarang warga masuk mengambil gambar. Setelah itu, ia menghubungi pihak Polsek Sorong Kota melaporkan kejadian tersebut.

“Aparat kepolisian datang sekitar pukul 07.00 WIT dan korban dibawa dengan menggunakan mobil patroli ke RSUD. Sebelumnya ketika diangkat ke mobil patroli, saya melihat bagian belakang kepala korban agak lembek dan mata bagian kanan berwarna biru serta lengan bagian kanan pun biru,” ujarnya seraya menambahkan bahwa ia melihat banyak darah yang mengalir namun ia tidak tahu dimana lukanya.

Menurutnya, selama hidup bertetangga, korban sangat baik dan tidak memiliki masalah dengan warga sekitar. “Baik ibunya atau suaminya itu tidak memiliki masalah dengan warga disini karena Pak Pucuk ~sapaan akrab suami korban~ hanya berjualan kantong plastik di Jembatan Puri,” tuturnya.

Sarah mengakui, di kompleks ini memang sering terjadi pencurian namun orang tidak berani melapor karena takut. “Kalau soal barang nya yang hilang saya tidak tahu tetapi kalung yang biasa ibu itu pakai pun tidak ada,” terangnya.

Koran ini sempat mendatangi RSUD Kabupaten Sorong di jalan Yos Sudarso, Kampung Baru namun sayangnya pihak rumah sakit pun tidak dapat memberikan keterangan karena sudah ditangani pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy Pancasakti Siregar,S.IK melalui Kapolsek Sorong Kota, AKP Muhammad Salim Nurlily,S.IP,MH, membenarkan adanya kejadian perampokan yang berujung penganiayaan yang dialami Karmiati di rumah kostnya. “Diduga sebelum dilakukan penganiayaan pelaku mencoba untuk melakukan perampokan terhadap korban. Namun karena ketahuan, korban dianiaya oleh pelaku,” jelas Kapolsek Sorong Kota yang ditemui wartawan di Mapolres Sorong Kota, kemarin.

Dibeberkannya, kejadian yang menimpa korban diduga sekitar pukul 05.00 WIT, ketika korban hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Ketika itu, korban melihat pelaku yang diduga masuk dari pintu depan. Melihat pelaku, korban mencoba meminta pertolongan, namun justru dianiaya oleh pelaku yang diduga 2 orang.  “Pelaku diduga ada 2 orang, korban juga sempat melihat pelaku namun tidak mengenal pelaku,” katanya.

Saat mengalami penganiayaan, suami korban sudah lebih dulu keluar dari rumah untuk berjualan. Tetangga korban tidak mengetahui kejadian tersebut dan hanya mendengar rintihan dari korban dan langsung mendatangi korban.  Kapolsek Sorong Kota beserta jajarannya yang mendapatkan laporan tersebut lalu mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) demi kepentingan penyelidikan perkara. Selain itu, pihak kepolisian juga meminta untuk dilakukan visum terhadap korban. 

Korban sendiri saat ini masih berada di RSUD Kabupaten Sorong untuk menjalani perawatan medis. Saat ditemukan, tubuh korban bersimbah darah dan luka-luka di beberapa tubuhnya akibat penganiayaan, diantaranya di bagian telinga, mata yang mengeluarkan darah, kepala sebelah kiri yang lembek diduga terjadi pembengkakan.  “Visum diminta untuk memastikan pendarahan yang terjadi pada (maaf) alat kelamin korban bukan merupakan tindakan pemerkosaan melainkan terkena benda tumpul,” jelasnya. Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. (nam/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed