oleh

Wamena Siaga I, Anggota Jangan Lengah

Jenazah Korban Penikaman Diterbangkan ke Toraja

JAYAPURA – Polda Papua memberlakukan status siaga satu di wilayah Wamena Kabupaten Jayawijaya, pasca penusukan yang menewaskan pekerja bangunan asal Toraja, Deri Datu Padang (30) di kawasan Wouma, Sabtu (12/10). Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, saat ini masih berada di Wamena untuk memastikan jaminan keamanan kepada masyarakat di wilayah itu. “Iya, Wamena siaga satu,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan persnya  di ruang Media Center Polda, Senin (14/10). 

Kapolda Papua lanjut Kamal, telah mengintruksikan seluruh anggota kepolisian untuk melakukan tindakan represif terhadap kelompok yang mencoba mengacaukan keamanan di Wamena.  “Kita (Polri) tidak mau hal ini menjadi mainan oleh kelompok-kelompok di Wamena yang akan memberikan kegelisahan, ketakutan, kecemasan,” ucapnya. 

Kamal menegaskan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang terlibat dalam kerusuhan Wamena. Namun, mantan Wakapolresta Depok ini masih merahasiakan nama-nama pelaku tersebut.   “Ada beberapa nama yang kita kejar, karena kita dapat foto dan video dari masyarakat dan beberapa keluarga korban,” bebernya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam arahannya di Wamena menyatakan, aparat tidak menghadapi kekerasan antar masyarakat, melainkan kelompok yang selalu mengganggu ketertiban masyarakat.  Kapolda memastikan akan melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut. “Kita akan urai satu-satu dan lakukan penegakan hukum. Ada kelompok yang mengganggu, TNI dan Polri bersatu menghadapi mereka. Etika dalam melakukan tugas-tugas, cara bertindak yang telah diajarkan dan pedomani bersama agar dipakai,” ucapnya. 

Kapolda mengingatkan kepada seluruh anggota agar tetap siaga dan waspada terhadap kelompok tersebut. “Anggota jangan kendor, tetap siaga dan waspada. Sasaran mereka (kelompok) adalah senjata,” pesannya.

Sementara itu, jenazah Deri Datu Padang (26), Senin (14/10) diterbangkan ke kampung halamannya di Baruppu’ Tana Toraja dari Bandara Wamena ke Bandara Sentani Jayapura dan selanjutnya pukul 17.00 WIT diterbangkan dengan Batik Air ke Makassar. Jenazah diantar mobil ambulance dari Gedung Tongkonan ke Bandara Wamena, sementara ribuan warga mengantar dengan naik motor dan berjalan kaki. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab memantau langsung pemulangan jenazah sampai ke tangga pesawat. Situasi di Wamena aman dan kondusif saat ribuan warga Toraja dan perantau lainnya mengantar jenazah Deri. 

Jenazah Deri sebelumnya disemayamkan selama dua malam di Gedung Tongkonan Wamena kemudian diterbangkan ke Toraja untuk dimakamkan. “Jenazah sudah terbang jam 12.00 WIT ke Bandara Sentani dan selanjutnya akan diterbangkan ke Makassar lalu dibawa ke Toraja lewat jalan darat,” terang Ketua IKT Jayawijaya Yohanis Tuku saat dihubungi dari Jayapura, Senin (14/10). Pihaknya juga  berterima kasih kepada Pemda Jayawijaya yang membiaya semua transportasi pemulangan jenazah sampai ke Toraja. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati karena membantu pembiayaan transportasi dari Wamena sampai ke Toraja,” jelasnya.

Dengan adanya kejadian yang menimpa salah seorang warganya ini, Yohanis Tuku mengimbau seluruh warga Toraja di Wamena agar selalu menjaga situasi tetap kondusif, menjaga diri agar tetap aman. “Saya imbau kalau sudah jam 6 sore tidak perlu lagi berada di luar rumah. Jika ada gangguan keamanan segera laporkan ke aparat untuk segera ditangani,” jelasnya.

Yohanis mengimbau warga Toraja mematuhi imbauan Kapolda Papua agar tidak mempersenjatai diri dengan senjata tajam karena bisa memicu konflik baru. “Ada imbauan Pak Kapolda untuk tidak membawa senjata tajam, semua warga agar mematuhi. Jika tidak, akan berurusan dengan penegakan hukum,” katanya. Ia berharap semua warga Toraja tetap tenang dan menjalankan aktifitas seperti biasa dan memberikan kontribusi nyata untuk menciptakan kedamaian. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed