oleh

Wamen PUPR akan Kumpulkan Pengusaha Asli Papua

JAYAPURA – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo akan mengumpulkan pengusaha asli Papua untuk mengawal pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat. Hal ini sesuai  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 tahun 2019 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. “Presiden Jokowi menugaskan saya mengawal Perpres Nomor 17. Jadi, dalam waktu tak beberapa lama, saya akan kumpulkan pengusaha OAP (orang asli Papua) untuk berbicara,” kata Wetipo kepada wartawan di Jayapura, Senin (28/10).

Wetipo mengingatkan pengusaha lokal di tanah Papua tidak salah menerjemahkan Perpres Nomor 17. Sebab, Perpres tersebut ditujukan untuk Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, bukan hanya Balai. “Pekerjaan hanya disiapkan oleh balai, tapi pemerintah provinsi dan kabupaten-kota wajib melaksanakan Perpres 17. Jadi, bukan hanya tanggung jawab balai bagi-bagi tugas untuk pengusaha asli Papua,” terangnya.

Menurutnya, infrastruktur di Papua tidak akan berkembang jika masih adanya kekerasan. Dia memandang adanya komunikasi yang terputus hingga menghambat pembangunan infrastruktur di wilayah paling timur Indonesia ini. “Bagaimana memacu pertumbuhan infrastruktur di Papua, tetapi kalau kelakuan masyarakat kita model begini, kapan membangunnya?,” ucapnya.

Wetipo mengajak seluruh pengusaha asli Papua untuk mengawal para kepala daerah di Papua yang selama ini tidak berpihak pada pengusaha OAP. Bahkan, dia meminta masyarakat segera melaporkan jika ada permasalahan dalam pembangunan infrastruktur di Papua. “Presiden telah menugaskan (Wamen PUPR), kalau ada permasalahan infrastruktur di daerah yang tidak ditindaklanjuti oleh gubernur maupun walikota segera laporkan ke saya. Mari saudara-saudara kawal Papua baik membangun infrastruktur,” pesan Tokoh Papua yang pernah menjabat Bupati Jayawijaya dua periode ini.

Sebelumnya, John Wempi Wetipo menjenguk dua korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal saat mensurvei Jalan Trans Papua di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Jumat (25/10). Keduanya yakni Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Puncak Jaya, La Hanafi dan Heri Agus Suprianto karyawan dari PT Agung Mulia Iriana. Mereka saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Provita Jayapura . (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed