oleh

Wali Kota-Pangkoarmada-Kapolres Tidak Divaksin

SORONG – Tiga pejabat teras di Kota Sorong yakni Wali Kota Sorong Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM, Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han), serta Kapolres Sorong ­Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH, tidak disuntik vaksin Sinovac saat pen­canangan vaksinasi Covid-19 di Kota Sorong yang dilangsungkan di Puskesmas Remu, Jumat (15/1). Menurut Wali Kota Sorong, Drs.Ec Lambert Jitmau,MM, ia tidak divaksin pada vaksinasi tahap pertama ini karena usianya yang sudah ­melewati batas umur yang ditentukan. ”Puji Tuhan, saya usia di atas 60 jadi,” katanya saat memberikan sambutan, kemarin.

Pangkoarmada III dan Kapolres Sorong Kota, juga tidak termasuk penerima vaksin tahap pertama di Kota Sorong karena keduanya merupakan penyintas Covid-19, sehingga telah terbentuk antibody di dalam tubuhnya. Pangkoarmada membenarkan bahwa antibodynya telah terbentuk karena pernah menjadi penyintas Covid-19, sehingga ketika melakukan screening pun tidak akan lolos lantaran ia telah memiliki banyak anti body. 

Terpisah, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH mengungkapkan ia pun tidak divaksin lantaran sudah pernah dinyatakan positif Covid-19. Kendati demikian, ia mengikutsertakan 14 personel Polres Sorong Kota untuk menjadi penerima vaksin tahap pertama ini. “Mereka di screening dulu apakah ada penyakit atau tidak, baru bisa menjadi penerima vaksin dan semoga mereka bisa karena mereka masih muda. Namun, kedepannya personel Polres Sorong Kota khususnya yang belum pernah dinyatakan positif, harus divaksin,” jelasnya.

Kapolres mengaku ia berharap agar menjadi penerima vaksin tahap pertama, namun karena pernah dinyatakan positif sehingga ia tidak divaksin. Menurutnya, penerima vaksin harus berusia di bawah 60 tahun dan usia personel Polres Sorong Kota yang diajukannya untuk menerima vaksin pun di bawah 60 tahun. ”Tapi yang pasti tidak ada komorbid dan tidak pernah dinyatakan positif Covid-19. Ini merupakan program pemerintah yang harus disukseskan, apalagi TNI-Polri dan Nakes kan garda terdepan sehingga perlu divaksin guna meningkatkan imunity,” pungkasnya.

Sebelumnya, pencanangan vaksinisasi Covid-19 Sinovac untuk Kota Sorong dicanangkan oleh Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM di Puskesmas Remu, Jumat (15/1). Saat pencanangan, secara simbolis Wali Kota menyerahkan sertifikat dan baju nakes kepada nakes. Pencanangan vaksinisasi untuk Kota Sorong yang mendaftar 15 calon penerima vaksin, namun setelah discreening hanya 13 yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

Orang pertama di Kota Sorong yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 yakni Kepala Inspektorat Kota Sorong, Abdul Rahim Oeli. ”Saya merupakan orang pertama di Kota Sorong yang mendapatkan vaksin dan saya berterima kasih karena mendapatkan kesempatan tersebut. Saya sedikitpun tidak ada keraguan. Beberapa hari ini saya melihat berita yang kurang bagus tetapi saya yakin dan semangat bahwa saya harus divaksin. Sejak suntik sampai saat ini saya tenang saja, tidak ada perasaan yang bagaimana-bagaimana.  Hanya saja disuntik merasa perih tetapi sekarang tidak kenapa-kenapa,” kata Abdul Rahim Oeli kepada wartawan, kemarin.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua Barat, Drs.Muhammad Tawakal pada sambutannya mengatakan vaksinasi Covid-19 semoga dapat berjalan lancar sehingga hingga ke seluruh warga Kota Sorong. 

Sebelumnya, Wali Kota Sorong mengatakan bahwa pencanangan diundur, merujuk Surat Walikota Sorong, Nomor. 442/26 Tanggal 14 Januari 2021 Perihal Penjadwalan Ulang Vaksinasi Covid-19, namun berdasarkan surat dari Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat Nomor. 009/SATGAS-PB/1/2021 Tanggal 14 Januari 2021 Perihal Penegasan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Sinovac di Kota Sorong, maka rencana penjadwalan ulang waktu vaksinasi yang direncanakan pada tanggal 20 Januari 2021, dikembalikan pelaksanaannya pada tanggal 15 Januari 2021.  

”Saya sudah mohon ke Pak Gubernur tapi ternyata tidak bisa, sehingga dilaksanakan hari ini. Dari provinsi kan menerima vaksin dari tanggal 3 dan 4, kenapa tidak ada pemberitahuan kepada Kota Sorong supaya kita menyiapkan dan begitu vaksin turun kita langsung melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku. Makanya kemarin itu saya dan Kadis Kesehatan melihat itu terlalu mendadak untuk dilakukan vaksinasi, sehingga diundur dua minggu kedepan, tapi itu kan baru usulan,” jelas Lambert Jitmau.

Dalam sambutannya, Lambert mengatakan bahwa Kota Sorong telah melaksanakan vaksinasi kepada para tenaga kesehatan, TNI-Polri dan masyarakat. Pemerintah Kota Sorong melakukan hal ini agar pemerintah pusat baik Presiden, dan Gubernur Papua Barat dapat mengetahui bahwa warga Kota Sorong serta tenaga kesehatan dan juga TNI-Polri bersedia melaksanakan vaksinasi pertama kali ini. 

Menurutnya, dengan adanya pencanangan vaksinasi awal ini kiranya dapat membuat kepercayaan masyarakat Sorong bahwa vaksin tersebut aman. Ia juga mengimbau untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat dapat menerima vaksin itu dengan tidak menolak sama sekali.  ”Untuk tidak memaksakan masyarakat yang tidak mau divaksinasi. Saya juga sependapat tapi ini demi kesehatan masyarakat. Harusnya ada sosialisasi dari provinsi dan dari tenaga kesehatan supaya masyarakat ini bisa tahu bagaimana manfaat dari vaksin. Jangan datang langsung suntik-suntik, jangankan masyarakat, Saya juga takut kan. Tapi saya sangat percaya kepada nakes dan medis ini punya kemampuan sudah bagus, jadi mereka pasti akan memberikan sosialisasi yang baik kepada masyarakat yang datang. Kan ada tahapannya, jadi kalau tidak memenuhi syarat maka tidak divaksin,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Herman Kalasuat mengatakan pencanangan vaksinisasi dilakukan pada 13 orang terdiri dari pimpinan OPD, tokoh masyarakat, TNI-Polri, tenaga kesehatan dan simpatisan, kemudian tahap selanjutnya pada nakes yang telah terdaftar sebagai calon penerima vaksin. ”Pemberian vaksin dilakukan sebanyak 2 kali pada 1 orang. Yang pertama hari ini dan kedua setelah 14 hari kemudian. Setelah pencanangan terhadap 13 orang ini, nanti dilanjutkan kepada para calon vaksinisasi nakes di masing-masing layanan. Pencanangan di masyarakat nanti kita tunggu surat resmi dari provinsi, karena 2.600 dosis vaksin Sinovac ini untuk nakes, pejabat, tokoh-tokoh dan simpatisan,” jelasnya. (zia/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed