oleh

Wali Kota Ajak Masyarakat Berkebun

-Metro-258 views

SORONG-Untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan yang digadang-gadang akan dirasakan Indonesia, khususnya Kota Sorong dalam masa pandemik Covid-19, Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau MM mengajak warga Kota Sorong untuk bercocok tanam (berkebun). Ia mengajak masyarakat tidak melupakan tradisi dan budaya nenek moyang masa lalu.

“Biar pejabat manapun, kita awalnya dari kampung dan kita memiliki kebun. Namun, saat ini karena zaman sudah berubah sehingga pejabat pun lupa apa yang menjadi tradisi kita dari peninggalan orang tua yaitu bercocok tanam,”jelas Wali Kota Sorong kepada wartawan, saat mengunjungi kebunnya beberapa waktu di jalan Sorong – Klamono yang didampingi istrinya, Petronela Kambuaya, S.Pd., M.Pd

Diakui Lambert, dirinya bersama sang istri sudah bercocok tanam (berkebun) di wilayah Kabupaten Sorong maupun Kota Sorong. Sebagai pimpinan daerah Kota Sorong dan memiliki istri seorang Ketua DPRD Kota Sorong, Lambert tetap menyempatkan dirinya untuk berkebun, karena walaupun telah menjadi orang nomor 1 di Kota Sorong, Lambert tidak mau melupakan asal usulnya.

“Tapi kenapa yang lain tidak berkebun, tolong jangan kah. Kita harusnya mempertahankan budaya berkebun. Beras ini kan juga dari petani, syukur kalau di daerah Jawa sana mereka rajin berkebun baru mereka kirim beras ke kita. Tapi dalam kondisi virus Corona ini, sekarang mereka tidak berladang lagi. Kemungkinan selama 5 atau 6 bulan mendatang akan terjadi krisis pangan,”ujarnya.

Sebelumnya, sambung Lambert apa yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo terkait ancaman krisis pangan merupakan hal yang benar. Sehingga, setiap daerah harus mempertahankan makanan tradisional maupun budaya bercocok tanam. Dalam situasi seperti ini, seharusnya direnungkan dan kembali untuk menanam demi persiapan masa depan.

“Saya hari ini, memanen pisang mungkin hampir 1 truck ini, untuk nanti saya bagikan kepada keluarga terdekat saya. Saya juga bahkan biasanya mengajak anak dan cucu ke kebun ini sehingga anak saya tetap mempertahankan apa yang menjadi tradisi,” tandasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed