oleh

Wabup : Segera Laksanakan Program Kaimana Satu Data

KAIMANA – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kaimana, Hasbulla Furuada, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemda Kaimana, untuk segera melaksanakan program Kaimana Satu Data.

Menurut Wabup, hal ini berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Wabup juga menjelaskan satu Data Indonesia, adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggung jawabkan, serta mudah diakses antar instansi pusat dan instansi daerah, melalui pemenuhan standar data, metadata, interoperabilitas data, dan menggunakan kode referensi dan data induk.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Hal ini, telah sejalan dengan UU No.23 Tahun 2014 perencanaan setiap tentang Pemerintah Daerah. Dimana pembangunan harus berbasis pada data dan informasi, yang dibangun dalam satu sistem yang disebut Sitem Pemerintah Informasi Pemerintahan Daerah atau SIPD,” jelas Wakil Bupati Kaimana, Hasbulla Furuada, ketika memberikan sambutan, saat membuka lokakarya pengintegrasian SAIK-Plus, Papua Barat dengan system data yang dimiliki Kabupaten Kaimana, di Hotel Grand Papua, Kaimana, Selasa (14/9).

Wabup juga menjelaskan, jika daerah wajib menyediakan informasi pemerintahan pembangunan informasi daerah, yang terdiri atas daerah dan informasi keuangan daerah. Kewajiban ini diamanatkan dalam Pasal 391 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah yang telah diubah terakhir dengan UU Nomor 9 Tahun 2015.

“Dalam hal pemenuhan data OAP (Orang Asli Papua,red), Pemerintah Provinsi Papua Barat telah meluncurkan Program Prosppek atau Program Strategis Peningkatan Pembangunan Kampung, dimana salah satu kompenen program Prosppek adalah penyediaan aplikasi pendataan berbasis kampung yang disebut dengan SAIK+ atau Sistem Administrasi dan Informasi Kampung Plus,” jelasnya lagi.  

Dijelaskan, sistem aplikasi SAIK plus adalah aplikasi penjaring data kampung dan kelurahan di seluruh wilayah Papua Barat, yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data, dan informasi dasar kampung sehingga dapat mendukung administrasi pemerintahan, perencanaan pembangunan, peningkatan layanan dasar, dan pengembangan kegiatan ekonomi kampung.

 Wabup menuturkan, jika pemerintah Kabupaten Kaimana bersama dengan Pemerintah Provinsi dan KOMPAK LANDASAN, telah dan sedang mendorong proses pendataan SAIK plus di 84 Kampung dan 2 Kelurahan se- Kabupaten Kaimana, yang diawali dengan peningkatan kapasitas kader kampung sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendataan di Lapangan.  “Saat ini data SAIK plus Kabupaten Kaimana, yang telah dinput dalam Sistem sebanyak 10.449 Jiwa yang terpilah antara OAP dan Non OAP. Sejalan dengan Satu Data, maka pengintegrasian dan sinkronisasi data SAIK plus dengan sistem data dan informasi lainnya ditingkat Kabupaten Kaimana menjadi penting dilakukan,” ujarnya.

Pengintegrasian dan sinkronisasi data dari semua sistem data dapat dijadikan pintu masuk, untuk membangun Kabupaten “Kaimana Satu Data”, yang terintegrasi mulai dari kampung, distrik dan tingkat kabupaten. Dengan sistem yang menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, mudah serta dan dapat dipertanggungjawabkan, diakses.  “Pada kesempatan ini, saya sebagai Wakil Bupati menegaskan kepada OPD leading sektor untuk segera melaksanakan program Kaimana Satu Data, sebagai forum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam menyediakan data yang terintegrasi,” tegasnya.  Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Kaimana, Abdul Rahim Furuada, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti, dan sejumlah Pimpinan OPD. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed