oleh

Wabup Maybrat Jatah PDI Perjuangan ?

SORONG – Terkait bursa pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022 yang saat ini sedang berproses di Pansus Pemilihan Wakil Bupati DPRD Kabupaten ­Maybrat, Ketua DPC PDIP Kabupaten Maybrat, Septinus E. Naa,SH angkat bicara. Melalui sambungan telepon seluler, politisi PDIP ini menegaskan kepada sesama rekan partai koalisi supaya menghargai dan mengakui bahwa untuk jabatan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022 mutlak jatahnya PDI Perjuangan.

Pernyataan tegas ini disampaikan Septinus Engel Naa karena Almarhum Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu,M.Si yang meninggal di kediamannya 24 Agustus lalu di kediamannya di Ayawasi, adalah murni kader PDI Perjuangan. “Wajib saya sampaikan kepada teman-teman partai koalisi, tolong berikan ruang untuk PDI Perjuangan karena ini hak kesulungan PDI perjuangan,” tegas Septinus Naa kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Selasa (9/3).

Dia juga mengingatkan kepada pansus agar mencermati dengan arif dan bijaksana bahwa dalam kontestasi pemilukada 2017 lalu, Partai Golkar sebagai partai koalisi dengan perolehan suara terbanyak 7 kursi pada saat itu mengusung kandidat bupati, Drs. Bernard Sagrim,MM, dan yang kedua PDI Perjuangan dengan tiga kursi mengusung kadernya Drs. Paskalis Kocu,MSi sebagai wakil bupati, sedangkan Nasdem yang pada saat itu memiliki satu kursi dan PKS satu kursi, masing-masing hanyalah pendukung bukan mengusung kandidat SAKO.

“Ini catatan penting yang harus dikaji dan putuskan baik oleh pansus. Memang benar bahwa kami 4 parpol adalah satu tim koalisi, tetapi secara obyektif pansus harus mengambil keputusan mana partai pengusung dan mana partai pendukung. Jadi perlu saya tegaskan bahwa pengisian jabatan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022 yang ditinggalkan oleh almarhum Drs. Paskalis Kocu,M.Si adalah mutlak jatah PDIP,” tegas Septinus Naa.

Dikatakannya, kalau dilihat dari hasil kerja sama tim di pemilukada maupun pemilu legislatif, Golkar jatahnya adalah bupati terpilih Drs. Bernard Sagrim,MM yang juga adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maybrat. Di pemilihan legislatif, Nasdem yang juga adalah bagian dari koalisi, telah mendapat jatah satu kursi pimpinan di DPRD Kabupaten Maybrat. Dengan demikian maka untuk Wakil Bupati, pihaknya meminta agar ketiga rekan partai koalisi tidak memonopoli, tidak menguasai semua, tetapi untuk jatah Wakil Bupati sisa masa jabatan adalah milik DPC PDI Perjuangan. 

“Jadi pembagiannya jelas, Golkar dapat Bupati, Nasdem dapat Wakil Ketua DPRD, maka untuk jabatan wakil bupati sisa masa jabatan 2017-2022, teman-teman tiga parpol yang lain harus mau legowo dan berbesar hati memberikan kesempatan kepada PDI Perjuangan untuk menempati jabatan wakil bupati yang ditinggal Almarhum Paskalis Kocu yang tidak lain kader tulen PDI Perjuangan,” tegasnya lagi. 

Mantan Ketua Koalisi Pemenangan Sagrim-Kocu (SAKO) ini mengharapkan kepada Partai Nasdem yang sudah terlanjur mengusung kadernya dalam bursa pemilihan Wakil Bupati Maybrat, supaya legowo dan mundur dari bursa pencalonan. Engel Naa juga mengingatkan Bupati Maybrat supaya mengambil langkah-langkah konstruktif yang baik, arif dan bijaksana, untuk memutuskan mempertimbangkan asas pemerataan dalam berkoalisi. “Jika hal ini tidak dipikirkan baik, maka kami akan mengambil langkah-langkah hukum dan sikap politik lebih lanjut,” pungkasnya. Terkait statemen ini, pihak Partai Nasdem dan Partai Golkar Kabupaten Maybrat, belum berhasil dimintai tanggapannya. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed