oleh

Vespa, Bandel Tapi Sayang

-Nasional-230 views

Bicara otomotiv, ternyata tidak ada habisnya. Revolusi setiap tahun juga terjadi di dunia otomotiv. Namun, berbeda dengan Vespa. Motor Clasic ini, seperti tidak mengenal tahun. Hingga saat ini, masih cukup banyak yang menggandrungi roda dua ini yang sudah hadir sejak tahun 1884.
Komunitas motor Vespa di Sorong, Cendrawasih Scooter Club (CSC) tak lekang tergeserkan oleh lahirnya komunitas-komunitas motor yang baru. Meski termasuk motor tua, nyatanya masih banyak orang yang menggandrungi motor jenis scooter ini. Di Sorong sendiri, CSC dibentuk sejak tanggal 3 September 1999 oleh ketuanya, Muhaimin.


Saat itu, Muhaimin bersama beberapa rekannya merekrut orang-orang yang memiliki motor Vespa untuk membentuk komunitas CSC. Mulanya komunitas ini hanya memiliki beberapa anggota namun seiring berjalannya waktu hingga saat ini CSC sendiri telah diikuti oleh puluhan anggota.
Anggota komunitas CSC memiliki latar belakang usia dan profesi yang berbeda. Namun hal ini tak pernah dipermasalahkan bahkan justru menjadi nilai keberagaman yang ada dalam komunitas. CSC juga menggunakan slogan satu Vespa sejuta saudara. Maksudnya, dengan satu Vespa maka mereka bisa mendapatkan banyak saudara yang siap saling membantu dalam keadaan apapun.
“Kami terbuka untuk umum bahkan kalau belum punya Vespa juga boleh gabung. Karena biasanya setelah bergabung mereka akan semakin jatuh cinta dengan Vespa dan baru ingin memiliki,” ujar Rajiv selaku Humas Cendrawasih Scooter Club.
Seperti komunitas pada umumnya, CSC tentu memiliki agenda atau program yang dijalankan seperti Kopdar atau riding. Untuk program rutin setiap jelang hari raya keagamaan, anggota komunitas ini juga Berbagi kasih dengan cara melakukan bakti sosial yang melibatkan masyarakat sekitar.
“Selain baksos kita juga sekalian touring ke daerah pedalaman misalnya ke Tambrauw. Sepanjang perjalanan itulah kita membagikan sembako atau pakaian layak pakai maupun beberapa buku buku bacaan dan snack untuk anak,” lanjutnya.
Tanggal 3 September besok, CSC bakal genap menginjak usia 21 tahun. Namun untuk agenda perayaannya akan dilakukan saat weekend di tanggal 6 September 2020. Untuk membahagiakan ini CSC akan melakukan riding ke Pantai Tanjung Nazaret karena fokus perayaannya akan dilakukan di sana.
Rajiv berharap, komunitas ini bisa terus menjalin kekompakan. Kemudian bisa bereksplorasi dengan berkolaborasi bersama komunitas motor yang lain.
“Sekarang sudah bukan zamannya untuk berkompetisi melainkan berkolaborasi. Jadi saya harap CSC nanti bisa berkolaborasi dengan club’ motor lainnya untuk melakukan kegiatan. Seperti saat HUT RI kemarin kita kolaborasi dengan club’ motor NMAX dan Vixion serta komunitas bikers melakukan pengibaran bendera sepanjang 75 meter di puncak Petik Bintang,” tandasnya.
Punya Rumah Singgah
Saat ini CSC juga sudah memiliki rumah singgah untuk mengakomodir tamu dari luar atau backpacker dari berbagai komunitas berbeda yang bingung mencari tempat tinggal saat berkunjung ke Kota Sorong. Selain itu, rumah singgah juga dijadikan basecamp CSC untuk melakukan berbagai macam aktivitas.
Rumah singgah juga sangat multifungsi karena di sana juga dijadikan bengkel khusus Vespa yang mekaniknya merupakan anggota komunitas yang usianya masih terbilang muda.
Civas Lahir dari CSC Sorong
Di Sorong, ada 2 komunitas yang terbentuk, komunitas awal Cendrawasih Scooter Club (CSC) yang kemudian melahirkan komunitas kedua yang berlokasi di Kabupaten Sorong yakni, Comunitas Independen Vespa Aimas (Civas).
“Awalnya CSC, tapi karena di Kabupaten Sorong juga banyak pengguna vespa, akhirnya kami memutuskan untuk membentuk CIVAS pada tanggal 6 Desember 2013, jadi sudah mau 7 tahun,” ucap Even Koten, anggota Civas kepada Radar Sorong di salah satu kafe di Kota Sorong, Selasa (1/9).
“Kalau kegiatan kami selalu lakukan, jadi tidak hanya sekedar touring, tetapi berbagi hal positif yang bisa ditinggalkan di tempat yang kami kunjungi, seperti Natal kami datangkan Santa Claus di pedalaman,” terangnya.
Giat terakhir yang baru dilakukan oleh CIVAS dan CSC yakni pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang 75 meter di Petik Bintang Maybrat menyambut HUT RI ke-75. Rencananya di Tahun ke-7 CIVAS, akan dilakukan perjalanan ke Raja Ampat.
Motor Klasik tapi Unik
Menurut Rajiv, dirinya sangat mencintai motor Vespa meskipun usia Vespa yang sangat tua dan sering ngambek. Baginya si Vespa sangat sering menyusahkannya saat diajak mengaspal. Namun disitulah letak keunikannya. Ketika dibawa berkendara bersama kemudian mengalami trouble atau masalah, itulah yang akan memupuk persaudaraan antar anggota untuk saling ­menolong.
“Uniknya sudah pasti. Motor ini meskipun bandel, rewel, bikin susah, suka mogok, tapi tetap jadi kesayangan. Inilah yang dibilang unik, tidak tau kenapa,” kata dia agak bingung.
Merawat Vespa
Karena termasuk motor tua, si Vespa harus sering dielus-elus biar tidak rewel. Perawatan yang perlu dilakukan untuk memanjangkan motor klasik ini yaitu dengan cara rajin membersihkan karburator dan businya. Selain itu juga harus rutin mengganti olinya.
Satu Vespa, Sejuta Saudara
Bukan rahasia lagi, kekerabatan yang terjalin antar pecinta vespa patut untuk ditiru. Pasalnya, vespa yang dikenal bandel, justru membuat pecinta komunitas semakin akrab dan saling mengenal satu sama lain, terutama saat berjalan jauh.
“Troublenya itu yang buat kompak, kalau ada yang bermasalah saat touring, pasti ada saja yang akan bantu, bantu temani, bercanda, buat kopi atau apa saja, itu yang bikin tidak pernah bosan,” katanya. Seperti slogan vespa, satu vespa, sejuta saudara. Anggota yang tergabung dalam CIVAS juga tidak melihat latar belakang, dari semua kalangan yang menggandrungi vespa, dapat bergabung dalam CIVAS.
(ayu/nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed