oleh

Venue PON Harus Dirawat Baik

-Sport-44 views

JAYAPURA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), resmi menyerahkam pengelolaan  empat aset venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 kepada pemerintah Provinsi Papua yang diwakili Sekda Provinsi Papua  Dance Yulian Flassy di Jayapura, Kamis (10/6). Adapun venue yang diserahkan yakni Arena Aquatic, Istora Stadion Papua Bangkit, Venue Hocky Indoor, Venue Hocky Outdoor dan Arena Criket.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Papua, Korneles Sagrim dalam laporannya mengatakan, pekerjaan keempat Venue PON tersebut menelan anggaran sebesar Rp 9.94 Miliar. ” Kami dipercayakan untuk membangun empat venue dan dua penataan kawasan, namun untuk penataan kawasan masih menunggu selesai pekerjaan, sementara untuk venue sudah selesai 100 persen, tinggal proses finishing,” kata Korneles Sagrim.

Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR,  Diana Kusumastuti yang hadir secara virtual mengatakan, Kementerian PUPR mendapatkan amanah membangun sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan PON XX Papua,  yang dalam pembangunannya menelan dana yang cukup besar dan kini telah selesai dikerjakan. Pekerjaan venue PON ini sudah sesuai dengan standar dan ketentuan pembangunan venue olahraga.

“Kegiatan serah terima ini sebagai upaya agar venue yang telah selesai dikerjakan, dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaam PON di Papua. Saya titip pesan agar venue ini dirawat, dijaga, karena ini adalah asset dan jika selesai PON  agar dapat dimanfaatkan namun tetap dirawat dengan baik,” ujarnya.

Sekda Papua, Dance Yulian Flassy yang membacakan sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, sesuai hasil rapat terbatas di Istana Negara, dipastikan PON dilaksanakan di Papua pada bulan Oktober, dan  pembangunan venue yang akan diserahkan  menggunakan dana APBN sesuai Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2017 tentang dukungan pelaksanaan PON.

“Ini merupakan aset daerah,  tadi saya pikir biaya pemiliharaan dari aset ini saya harap para OPD agar dapat bekerja keras untuk pembiayaan dan pemiliharaan venue. Sebab sesuai informasi yang saya dapat, untuk pemiliharaan ini membutuhkan  90 miliar pertahun, ini bukan dana yang kecil. Butuh kerja keras untuk memilihara aset yang diserahkan negara kepada kita, sehingga kita dapat melakukan event-event  olahraga tingkat Asia Pasific, nasional maupun daerah, sehingga dapat mendatangkan pendapatan bagi daerah,” kata Gubernur Lukas Enembe dalam sambutan tertulisnya. (al) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed