oleh

Vaksinasi Massal Covid Kurang Peminat

WAISAI – Dinas Kesehatan Raja Ampat menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal kepada warga khususnya pedagang pasar Mbilim Kayam Kota Waisai, Raja Ampat, Senin (14/6). Vaksinasi massal dipusatkan di pasar kuliner sekitar pukul 10.00 WIT. 

Vaksinasi ini merupakan tahap pertama dosis pertama bagi pedagang pasar termasuk pelayan publik dan warga lanjut usia (Lansia). Vaksinasi massal melibatkan tim medis Covid-19 dari Puskesmas Waisai, Dinas Kesehatan, Kodim 1805/Raja Ampat, dan Polres Raja Ampat serta ASN di Distrik Waisai. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Vaksinasi tersebut dilakukan demi mengurangi dan mendukung upaya pencegahan serta memutus mata rantai penularan Pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Raja Ampat yang dinilai masih jauh dari harapan ataupun target pemerintah, terutama kuota vaksinasi untuk warga masyarakat.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W Manuputty,S.IK meninjau langsung vaksinasi massal di kawasan pasar Mbilim Kayam Waisai sekitar pukul 13.44 WIT. Dalam peninjuannya, Kapolres menilai jumlah pedagang yang datang untuk divaksinasi hanya beberapa saja. Menurutnya, kesadaran pentingnya vaksin masih sangat kurang padahal vaksin sangat penting untuk melindungi pedagang di pasar itu sendiri. ”Oleh sebab itu, saya menghimbau kepada semua pedagang di pasar Mbilim Kayam Waisai untuk membuka diri, supaya bisa datang ke lokasi pelayanan vaksinasi yang dipusatkan pemerintah di lokasi pasar kuliner. Karena mereka (pedagang,red) merupakan salah satu kelompok yang rentan penularan Covid-19. Untuk itu, saya berharap kepada semua pedagang untuk lebih membuka diri lagi untuk divaksinasi, demi kepentingan pedagang juga di kemudian hari,” ujarnya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat, Regina Nainggolan mengungkapkan, dari jumlah vaksin yang diterima pihaknya (Dinkes) total sebanyak 8.960 dosis terdiri dari sinovac 8.560 dosis serta aztrazeneca 400 dosis yang saat ini digunakan pihaknya. Jumlah terakhir vaksin yang telah digunakan yakni dosis 1 (satu) sebanyak 2.524 orang yang divaksin, termasuk dosis keduanya sebanyak 1.526. Dikatakannya, dalam vaksinasi massal di Pasar Mbilim Kayam ini, pedagang yang datang vaksinasi hanya 26 orang saja.

Stefani Arwakon yang kesehariannya merupakan pelaku usaha homestay di Kampung Selpele Distrik Waigeo Barat tak ketinggalan ikut divaksin dan merupakan peserta ketujuh dari 26 warga yang divaksin. Stefani mengatakan, alasan dirinya ikut untuk divaksin dikarenakan vaksin ini gratis, dan demi kesehatannya serta mendukung pemerintah memutus mata rantai Pandemi Covid-19. ”Saya mengajak semua warga masyarakat terutama rekan-rekan sesama pelaku usaha pariwisata lokal di Raja Ampat, mari kitorang semua ikut divaksin karena vaksin itu aman dan halal serta gratis tidak dipungut biaya apapun. Kitorang sehat baru kitorang bisa kerja,” ajaknya.

Pantauan Radar Sorong, warga yang hadir ikut divaksin terdiri dari pedagang pasar, tukang ojek, maupun pelaku homestay dan penginapan. Meskipun turun hujan, pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar dan aman, namun begitu belum terlihat banyak pedagang yang datang, hanya 26 warga saja terdiri dari tahap pertama dosis pertama 24 orang, tahap pertama dosis kedua 1 orang, dan tahap pertama dosis pertama 1 orang lansia. (hjw/ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed