oleh

Vaksinasi Covid di Kota Diundur

2.600 Dosis Vaksin Tiba di Kota Sorong

SORONG – Belum siap melakukan vaksinasi serentak, Kota Sorong baru akan menggelar vaksinasi Covid-19 bulan Februari 2021. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Herman Klasuat meminta kepada Wali Kota Sorong,Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM agar waktu vaksinasi diundur atau dilakukan pada bulan Februari untuk persiapan. 

”Bapak Wali Kota, ini saya melaporkan sesuai dengan persiapan kita dari nakes yang berjumlah 1.000 lebih yang sudah terdaftar di aplikasi Pcare Vaksinasi. Data sasaran yang telah terverifikasi beserta penjadwalan vaksinasi masing-masing sasaran dapat diakses oleh petugas fasilitas pelayanan kesehatan melalui aplikasi tersebut,” kata Herman Kalasuat saat rapat pembahasan vaksinisasi di Samu Siret, Kamis (14/1). ”Kita ada 3 aplikasi, yaitu pemakaian, pelaksanaan dan pengontrolan vaksin. Nanti akan mendapatkan SMS,” lanjutnya.

Dijelaskannya, rumah sakit dan puskesmas sudah persiapan. ”Kita sudah melakukan rapat dengan mereka,”ujarnya. Menurutnya, Kota Sorong ditunjuk sebagai daerah ke 3 di Provinsi Papua Barat yange menerima vaksinasi dan sebenarnya pada tanggal 15 Januari 2021 dilaunching oleh 10 orang pertama.  ”Tapi izin Bapak Wali Kota, kami melihat dengan tahapan kesiapan kita yang harus dilalui, tidak semerta-merta besok (Hari ini,red) kita langsung melaksanakan vaksinisasi. Karena untuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat tokoh agama dan simpatisan yang nantinya akan menjadi orang pertama untuk divaksinasi di Kota Sorong harus melalui proses  skrining,” ucapnya.

Kadiskes mengatakan, membutuhkan waktu apakah seseorang layak untuk dilakukan vaksinasi atau tidak. sehingga yang ada penyakit bawaan ini menjadi permasalahan yang harus selektif yang jadi pertimbangan pada tanggal 15 Januari untuk launching vaksinisasi. “Apakah bisa diundur hingga Februari karena yang akan melakukan vaksinasi ini baru 3 orang yang bisa,” ucap Kadiskes.

Dia mengharapkan sebanyak-banyaknya yang memasukkan nama untuk melakukan vaksinasi. Yang bersedia divaksinasi Covid harus melalui beberapa tahapan tersebut, sementara kita di Sorong belum melakukan tahapan itu.  ”ini bukan salah kita semua karena kita memang menunggu izin edar dari BPOM terkait  ijin darurat pemanfaatan dan juga MUI yaitu tentang kehalalan. Mungkin kita tidak bisa terlalu memaksakan. Melalui forum ini ada kebijakan Bapak Wali Kota bagaimana kita menyikapi itu secara berjenjang untuk kita menunda, bergeser waktunya saja untuk alasan persiapan-persiapan kita, tapi kita tetap melakukan vaksinasi. Mungkin bisa dilaksanakan tanggal 2 Februari atau 3 Februari, ini mungkin sebagai wacana untuk sebagai usulan ke provinsi,” pintanya.

Menanggapi usulan Kadis Kesehatan terkait penundaan vaksinasi Covid-19 di Kota Sorong, Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan bahwa pemintaan penambahan waktu dari Dinas Kesehatan yang melaksanakan secara teknis dalam rangka melakukan vaksinasi di Kota Sorong, yang seharusnya tanggal 15 Januari namun karena diminta undurkan pada tanggal 2 atau 3 Februari, maka hal tersebut harus disepakati bersama. ”Saya tidak setuju hari ini terima baru besok dilaunching. Harus ada sosialisasi, ada skrining dan tahapan-tahapan. Masalah waktu saya tidak bisa memaksakan. Bagaimana kita sepakat saja vaksin dilakukan pada tanggal 2 atau tanggal 3 Februari. Berilah waktu yang lebih yang digunakan untuk operator teknis untuk melakukan sosialisasi, dan juga dari media cetak atau media elektronik agar masyarakat tahu dan mendaftarkan diri dengan menggunakan aplikasi yang telah ditentukan. Saya siap divaksin tapi kalau dari pihak Kesehatan tidak bisa, saya dengar kata dokter,” kata Lambert Jitmau.

Hadir pada rapat tersebut diantaranya Sekda Kota Sorong Drs. Y. Kareth,MSi, Asisten 1 Setda Kota Sorong Rahman,S.STP,MSi, Staff Ahli Politik, Hukum dan Pemerintahan Kota Sorong Tajuddin Tamrin, Asisten Bid. Adm. Umum Setda Kota Sorong/Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong Ruddy R. Laku, Kadis Kesehatan Kota Sorong Herman Kalasuat, Kasi Ops Kasrem 181/PVT Kolonel Inf. Slamet Supriyanto, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan, Kasdim 1802 Sorong Mayor Inf. H.Triyana, Kadiskes Lantamal XIV Sorong Mayor Laut (K) Made Supriyana, Kabandara DEO Sorong Cece Tarya,ST,MA,  Ketua Pengadilan Negeri Sorong Willem Marco Erari,SH,MH serta Tokoh Lintas Suku Papua Melkianus Osok. 

Sementara itu, Wali Kota Sorong,Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM menerima langsung kedatangan Vaksin Sinovac yang dibawa oleh pemerintah Provinsi Papua Barat di Bandara DEO Sorong, Kamis (14/1). Wali Kota menyambut baik kehadiran vaksin tersebut yang nantinya akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan sebagai prioritas. 

”Terima kasih kepada tim yang telah membawa vaksin ini. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi yang telah memberikan kami vaksin dan nantinya akan kami berikan kepada setiap yang berhak menerima vaksin agar masyarakat sehat. Kami akan tetap melakukan protokol kesehatan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan. Masyarakat Kota Sorong sehat maka pertumbuhan ekonomi di Kota Sorong juga baik,” kata Lambert Jitmau dalam sambutannya saat menerima kedatangan Vaksin Sinovax di Bandara DEO Sorong, Kamis (14/1).

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua Barat yang membawa dan menyerahkan Vaksin Sinovac, Drs. Muhammad Tawakal mengatakan, untuk Kota Sorong jumlah vaksin diberikan secara bertahap dan tahap pertama yaitu 2.600 dosis vaksin Sinovac. ”Untuk Papua Barat 7.160 dosis, diberikan pada Kabupaten Manokwari 4.200, Manokwari Selatan 360 dan Kota Sorong 2.600. Berjalan sesuai dengan aturan petunjuk dari pusat, kami berharap vaksinasi bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Pantauan Radar Sorong, usai menerima vaksin Sinovac, Wali Kota beserta Muspida membawa vaksin menuju Gudang UPTD Intalasi Farmasi Kota Sorong di Km 11.5 dikawal kepolisian, Brimob dengan menggunakan 1 mobil. Sesampainya di gudang, 2 box berisi 2.600 dosis vaksin tersebut dipindahkan ke dalam tempat penyimpanan vaksin. 

Lokasi penyimpangan vaksin di Gudang Farmasi pun dijaga aparat keamanan TNI-Polri. Pihak PLN dan Telkomsel diminta untuk siaga demi menjaga keamanan vaksin. ”Kita mohon kebijakan Pak Wali terkait tim pengamanan. Kita tidak tahu diluar kehendak kita, siapa tahu ada orang yang memanfaatkan situasi. Kita minta PLN untuk 24 jam karena vaksin ini kalau rusak bisa fatal. Kita juga minta pihak Telkomsel harus mendukung 24 jam karena kita menginput data menggunakan internet,” kata Kadis Kesehatan Kota Sorong, Herman Klasuat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Edi Sundandar mengatakan bahwa  Kota Sorong memiliki tempat yang sangat layak untuk menyimpan vaksin Covid-19 Sinovac.  ”Tempat penyimpanan sangat layak. Vaksin ini disimpan dengan suhu 2 sampai 8 derajat Celsius. Vaksin ini baru beberapa hari tiba di Provinsi Papua Barat, hanya 3 kabupaten yang dapat. Kota Sorong mendapat 2.600 dosis dan untuk tahap pertama tenaga kesehatan 1300. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 2 kali, jadi 1 orang akan dapat 2 kali vaksin,” kata Edi sembari menambahkan, tenaga kesehatan menjadi prioritas untuk tahap awal program vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan pemerintah, mereka akan mendapatkan SMS pemberitahuan. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed