oleh

Usulkan Dialog Nasional

Solusi Strategis Evaluasi Otsus dan Pemekaran Papua

MANOKWARI – Jakarta atau pemerintah pusat masuk di Tanah Papua harus melalui pintu yang benar dan tepat. Politisi Senior Papua, Origenes Nauw menyarankan dilakukan Dialog Nasional yang adil, setara, beradab, bermartabat, sebagai alternatif solusi yang strategis termasuk menyikapi evaluasi otsus maupun rencana pemekaran  Provinsi di Tanah Papua.

Mantan anggota DPR Papua Barat ini meminta Menkopolhukam  Mahfud MD jangan menggampangkan masalah Papua dengan memberi kepercayaan penuh hanya kepada Kaukus Papua dan Parlemen. Kaukus Papua di Parlemen silahkan melaksanakan tugas konstitusionalnya untuk menyerap, mengartikulasi dan melakukan fungsi intermediasi melalui pintu adat dan gereja sebelum tiba pada sebuah kesimpulan dan keputusan politik bagi masa depan OAP dalam NKRI.

Origenes menyatakan, rumah besar Papua dan Papua Barat hanya punya dua pintu yaitu adat dan  gereja/agama. Sehingga apapun kebijakan Jakarta untuk membangun Tanah Papua dengarkanlah suara murni orang asli Papua (OAP) melalui pintu adat dan gereja/agama. “Jangan masuk melalui jendela, ventilasi atau jalusi. Semua orang tahu dan dunia pun tahu persoalan Papua sangat multi dimensional dan sangat rumit. Apapun kebijakan Jakarta untuk membangun Tanah Papua dengarkanlah suara murni orang asli Papua (OAP) melalui pintu adat dan gereja-agama,” kata mantan Ketua Harian DPD Golkar Papua Barat ini.

Papua dan Papua Barat lanjut Ori Nauw, mempunyai akar budaya dan sejarah yang sama. Selain itu mempunyai ‘musuh’ yang sama yaitu kemiskinan di atas kekayaan alamnya yang berlimpah ruah, kebodohan dan keterbelakangan.  Menurutnya, sebuah ironi atau paradoks ibirat tikus yang mati di lumbung padi, ikan yang haus di dalam air. Pointnya adalah Pembangunan di Tanah Papua tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen  berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuaan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyararatan rakyat dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  “Dialog nasional yang adil, setara, beradab, bermartabat adalah alternatif solusi yang strategis. termasuk Evaluasi Otsus, rencana pemekaran  provinsi di Tanah Papua,. Semoga Soli Deo Gloria,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuturkan, akan ada 3 wilayah pemekaran baru di Papua. Sehingga nantinya total provinsi di Papua akan berjumlah 5 wilayah. Hal itu ia katakan usai menggelar rapat kerja dengan pimpinan MPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9).  Dalam mewujudkan rencana pemekaran wilayah ini, Mahfud mengatakan pemerintah akan melibatkan Kaukus Papua MPR yang bernama For Papua untuk melancarkan komunikasi antara masyarakat Papua dengan pemerintah. (Laode Mursidin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed