oleh

Usia 20 Tahun, Pertumbuhan Ekonomi PB Meningkat

-Manokwari-381 views

MANOKWARI-Jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar upacara peringatan HUT Provinsi Papua Barat ke-20, Sabtu (12/10/2019). Gubernur Drs Dominggus Mandacan yang bertindak sebagai inspektur upacara membeberkan membeberkan gambaran marko ekonomi Papua Barat (PB) mengalami pertumbuhan 6,24 persen hingga 2018.


Gubernur mengatakan, terjadi pertumbuhan ekonomi yang pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukan semakin membaiknya kondisi perekonomian Papua Barat dan merupakan indikasi keberhasilan pembangunan serta pengembangan wilayah semakin baik.


Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat tahun 2018 lanjut Gubernur 63,74 persen dan masih dibawah rata-rata IPM nasional. Namun IPM Papua Barat ini terus mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, serta telah melampau target sebesar 63,64 persen.


Tingkat kemiskinan Papua Barat mencapai 23,00 persen di tahun 2018 dan mengalami penurunan dibanding tahun 2017 sebesar 25,01 persen. Demikian pula tingkat pengangguran di Papua Barat terus mengalami penurunan selama kurun waktu 5 tahun.


“Pengangguran tertinggi di Papua Barat terjadi pada tahun 2017 dengan tingkat pengangguran 7,52 persen. Capaian indikantor pengangguran di Papua Barat telah melampau target RPJMD sampai tahun 2020. Diharapkan semakin mendekati pencapaian target RPJMD 2024 yaitu sebesar 4.0-5,0,” ujarnya.


Gubernur mengatakan, selain melalui capaian ekonomi makro, perkembangan Provinsi Papua Barat selama kurun waktu 20 tahun dapata digambarkan melalui berbagai kemajuan pembangunan, di antaranya telah terkoneksinya sebagian besar kabupaten/kota melalui transportasi darat, laut, dan udara.


“Papua Barat turut serta berkontribusi dalam proses pembentukan dan pembangunan berbagai fasilitas keamanan di antaranya pembentukan Kodam, Polda serta Lantamal,” kata Gubernur.


Upacara HUT Prov Papua Barat ke-20 di halamana kantor gubernur berlangsung hikmat, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih. Dihadiri pejabat TNI, Polri, dan sipil, di antaranya Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dedi Sambowo, Wakapolda Papua Barat Kombes Pol Tatang, Wakajati Papua Nikolaus Kodomo, Sekda Papua Barat Drs Nataniel Mandacan serta pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah).


Di Provinsi Papua Barat, juga telah beroperasi sejumlah perusahan internasional yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti Tangguh LNG, pabrik semen PT SDIC dan lainnya. Tangguh LNG di Bintuni memiliki cadangan gas alam cari sekitar 14,4 triliun kaki kubik. Pabrik semen PT SDIC menghasilkan semen 1,5 juta ton per tahun. Provinsi Papua Barfat sejak tahun 2017 lanjut Gubernur, telah dicanangkan sebagai provinsi konservasi. Terkini, pada 11 Oktober 2019 lalu, telah diresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sorong dengan fokus kegiatan utama.

pengolahan nikel, industry pengolahan kelapa sawit, perkebunaan serta pusat logistic. “Gambaran perkembangan ini patut kita banggakan dan kita syukuri, Namun masih banyak pekerjaan rumah yang harsu diselesaikan untuk menjamin kesejahteraan dan kemajuan Provinsi Papua Barat seperti peningkatan akses pelayanan kesehatan, peningkatan layanan pendidikan khususnya SDM asli Papua agar maju dan sejakar dengan provinsi lainnya,” ujar Gubernur.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed