oleh

Unipa Lumpuh, Semua Gedung Fakultas Diblokade

MANOKWARI – Aktivitas di Unipa (Universitas Papua) Manokwari, Selasa (2/2) lumpuh. Kampus Unipa yang berlokasi di Kelurahan Amban ini diblokade atau dipalang. Semua gedung fakultas ataupun jurusan dipalang menggunakan kayu. Pemblokiran kampus Unipa ini sebagai tindak lanjut dari aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak proses perkuliahan secara online. Pendemo mendesak Rektor untuk kembali melaksanakan perkulihan secara tetap muka.

Pantauan Radar Sorong, pintu gerbang kampus Unipa ditutup. Jalan menuju gedung rektorat disebar batu-batu kali berukuran sedang, sehingga sulit dilewati kendaraan roda empat. Tak hanya pintu gerbang, pintu masuk ke gedung fakultas dan jurusan diblokir. Seperti gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas MIPA, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, semuanya ditutup menggunakan kayu. Demikian juga sejumlah laboratorium diblokir. Kampus Unipa tampak sepi, hanya terlihat beberapa orang yang melintas dengan kendaraan. 

Sebelumnya, Senin (1/2) pagi sampai siang, sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus. Mereka meminta pihak universitas untuk menghentikan proses perkuliahan online yang sudah berjalan sejak semester ganjil 2020 lalu. Aksi unjuk rasa ini digelar di depan pintu gerbang kampus Unipa, di tepi Jalan Gunung Salju, Amban. Separoh badan jalan digunakan massa, sehingga anggota Polres Manokwari mengatur arus lalulintas menghindari kemacetan.

Dalam aksi ini, massa menamakan diri Forum Peduli Mahasiswa Universitas Manokwari membentangkan spanduk berukuran besar di pintu gerbang, isinya menolak kuliah online, sekaligus menolak biaya SPP. Koordinator aksi, Agung Yual mengatakan, aksi unjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan atas proses perkuliahan secara online yang saat  ini berlangsung.

Menurutnya, perkuliahan online sangat memberatkan mahasiswa dari keluarga pas-pasan. Lagi pula, kuliah online bukannya membuat mahasiswa jadi pintar, tetapi sebaliknya. ‘’Mahasiswa telah menderita dengan kuliah online. Ini bukan untuk menjadi pintar tetapi bikin bodoh,’’ tandasnya. Dia mengajak semua mahasiswa untuk menyuarakan hal yang sama. “Mahasiswa berpikir kritis. Kita ingin Unipa ini maju. Mahasiswa punya hak untuk menyuarakan bila ada yang tidak benar. Kita ini telah menjadi korban kuliah online,” tegasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed