oleh

Unicef Rilis Modul Literasi bersama Unimuda

AIMAS – United Nations Children’s Fund (Unicef) bekerja sama dengan Unimuda (Universitas Pendidikan Muhammadiyah) Sorong resmi melilis lokakarya replikasi serta modul literasi baca tulis kelas awal, Senin (14/6). Kemitraan ini berawal sejak tahun 2015 lalu, ketiga melaksanakan kegiatan pelatihan bagi guru-guru di sekolah.

Sebelumnya, di tahun 2018, Unimuda dan Unicef sudah berkolaborasi melatih dosen dalam beberapa tahapan. Mulai dari review kurikulum hingga memasukkan mata kuliah literasi ke dalam kurikulum. Kemudian puncaknya, sampailah kepada kegiatan lokakarya replikasi dan launching modul literasi tersebut.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Selain Kepala LL DIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr Suriel Mofu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Unicef, Aminudin Ramdhan. Bukan hanya itu, kegiatan tersebut juga melibatkan perguruan tinggi se-Sorong Raya dan di luar Sorong Raya, termasuk dari Makassar, Manokwari, dan Nabire.

Dekan FKIP UNIMUDA Sorong, Nursalim, M.Pd mengatakan, saat ini sudah ada sebanyak 15 dosen yang dilatih untuk mengikuti kegiatan literasi. Ke-15 dosen tersebut telah mengikuti penyegaran dan dilatih untuk mampu menerapkan modul tersebut.

“Jadi selama pembelajaran literasi, dosen-dosen tersebut dilatih untuk bisa menerapkan isi modul tersebut sebaik mungkin,” ujarnya.

Output yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut adalah nantinya bisa dikembangkan di perguruan tinggi lain. Sebab, Kepala LL DIKTI, Dr Suriel Mofu telah komitmen untuk memfasilitasi penerapan program tersebut di perguruan tinggi yang lainnya. Setelah kegiatan Lokakarya, Modul tersebut diizinkan untuk dibagikan kepada semua perguruan tinggi khususnya wilayah Papua dan Papua Barat.

“Modul tersebut berisi tentang apapun yang berkaitan dengan baca tulis kelas awal yang disampaikan kepada mahasiswa, baik PGSD maupun PG PAUD. Karena kita sudah tidak akan mendampingi secara langsung dari kemitraan Indonesia. Namun untuk replikasi ke sekolah, kita kembali ke kabupaten dan dinas masing-masing,” beber Nussalim.

Dikatakannya, bahwa saat ini dirinya fokus untuk perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat yang memiliki prodi PGSD dan ada pendidikan bahasa Indonesia. Konsen dari kegiatan tersebut adalah melatih mahasiswa sedini mungkin, sehingga ketika lulus yang bersangkutan bisa menjadi pendidik yang baik, dengan harapan mampu menerapkan modul literasi tersebut. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed