oleh

Uang Pinjaman Dipakai Beli Emas

-Metro-115 views

SORONG- Kasus dugaan penggelapan dan money laundering senilai Rp 10.8  miliar yang melibatkan tersangka BS dan bendahara perusahaan kontraktor AM masih ditangani penyidik Polres Sorong Kota. 

Sampai kemarin (8/6), Kapolres Sorong Kota melalui  Kasat Reskim, AKP Nirwan Fakaubun, S.IK mengaku belum bahkan Ia menegaskan tidak akan memberikan penangguhan penahanan kepada kedua tersangka BS dan AM.  “Dijaman saya tidak ada penangguhan-penangguhan, jangan main-main.  Saya tidak akan kasih penangguhan itu atas nama Polres Sorong Kota,”tandas Kasat Reskrim.

  Dari hasil pemeriksaan, Kasat Reskrim, AKP Nirwan mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari BS, uang senilai Rp 10.8 milliar yang ia pinjam dari AM, digunakan untuk membeli emas. Melihat jangka waktu 1 tahun peminjaman uang yang bernilai fantastik tersebut, Kasat Reskrim pun merasa heran dengan jumlah uang sebanyak itu .  “Saya polisi saja heran itu, dan memang nilainya Rp 10.8 milliar itu dan itu tidak main-main,”tandas Kasat Reskrim.

 Menanyakan terkait AM yang meminjamkan uang dengan jumlah fantastik dalam 1 tahun tersebut, Kasat Reskrim mengungkapkan hal tersebut merupakan kebodohan AM yang tidak berpikir panjang dan hanya memberikan pinjaman dengan menggunakan uang perusahaan kepada BS. Selain itu, diakui Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, BS yang meminta untuk meminjam uang kepada AM.

 “Jadi terima nasib sudah, nasi sudah menjadi bubur. BS yang memintalah, mana ada orang yang dikasih uang tanpa ada yang meminta, berani sekali yah,”ujar Kasat Reskrim AKP Nirwan Fakaubun.  Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menggulirkan berkas perkara kasus AM dan BS ke Kejaksaan Negeri Sorong. ” Pasti akan kami gulirkan, tapi waktunya masih rahasia. Hingga kini pemeriksaan terhadap kasus BS, masih tetap yakni 3 saksi dengan 2 tersangka yakni BS dan AM,”ungkap Kasat Reskrim yang juga mengatakan akan memeriksa suami BS.  “Pasti akan kami periksa, karena yang bersangkutan merupakan suami dari BS. Kalau kita tidak periksa, maka kita yang akan disalahkan,”tandas Kasat Reskrim .  (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed