oleh

Uang Palsu Resahkan Warga Waisai

-Metro-107 views

WAISAI– Sejumlah warga di wilayah Distrik Waisai Kota Kabupaten Raja Ampat diresahkan dengan beredarnya uang palsu. Uang palsu kertas seratus ribu sudah diedarkan oleh orang tak bertanggung jawab dengan modus belanja di kios dan beberapa tempat lainnya.

La Usu (50), pemilik kios di Jalan Silas Papare, Kompleks Perumahan 100, kelurahan Waisai, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat, mengaku mendapatkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu pada Rabu malam (5/8) lalu Pukul 00.00 WIT. Setelah dirinya selesai menutup kios dan hendak menghitung total uang yang didapatkan dari hasil dagangan kios dari pagi hingga malam hari. Namun, pada saat menghitung total uang yang didapatkan, ia pun kaget ada satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu yang dicurigainya sangat berbeda dengan uang 100 ribu yang lain alias diduga palsu. Karena mencurigai dan penasaran uang tersebut adalah uang palsu.

Pada keesokan hari,  ia mencoba melaporkan hal ini kepada beberapa orang yang bekerja di salah satu dinas milik Pemda yang jaraknya tak jauh dari kiosnya atau tepat berada di depan kios miliknya. Setelah itu, mereka membantu untuk memposting di media sosial Facebook karena menurut pengakuan beberapa orang tersebut bahwa uang itu memang benar uang Palsu. 

Kecurigaannya diduga uang palsu tersebut dibelanjakan orang yang tak dikenal pada saat anaknya yang diketahui berusia 13 tahun itu yang pertama menjaga kios sekitar pukul 11.00 siang.”Jadi, sebelumnya kemarin siang itu sekitar setengah sebelas saya baring-baring dan ketiduran di kios sementara anak-anak yang ganti jaga kios, sekitar jam 11. Saya dibangunkan untuk ganti jaga kios karena anak saya mau jalan, setelah itu dalam keadaan duduk saya buka laci uang dan melihat ada dua lembar uang pecahan 100 tersusun rapih. Tapi saya belum curiga nanti malam setelah tutup kios itu baru saya curiga setelah mengecek dengan baik, “ungkapnya kepada Radar Sorong Kamis (6/8).

Tak hanya itu, pengakuan dari anaknya bahwa pada siang itu ada seorang pria yang tak dikenalnya membeli minuman (air mineral) dan wafer menggunakan pecahan uang Rp 100. Tetapi anaknya pun tak mengingat dengan jelas siapa orang itu.“Jadi pengakuan anak saya, ada seorang pria yang belanja air mineral ukuran 600 ml atau sedang sebanyak 6 botol total Rp 30 ribu dan wafer cokelat 2 bungkus total Rp 4 ribu, pakai uang Rp 100 ribu. Jadi kembaliannya Rp 66 ribu,”paparnya

Menurutnya, bentuknya nyaris menyerupai uang asli. Dimulai dari bentuk kertas dan desain gambar. Namun ada yang janggal pada pita atau benang pengaman serta gambar air yang tenggelam setelah mengecek pakai lampu tidak terlihat. “Iya aneh, warna pada uangnyapun sangat berbeda dengan uang asli miliknya yang lain. Sembari menambahkan dari kejadian ini jelas merugi. Tapi, ya gimana lagi,” tuturnya.

Sementara korban selanjutnya ditempat berbeda, Dermon Sauyai, mengaku pada Selasa (4/8) lalu tepat diusaha pengiriman BRI Link pribadinya di Jalan Misool sekitar pukul 16.00 (Jam 5 sore). Dia pun menerima uang palsu pecahan Rp 100 ribu dua lembar Rp 200 ribu yang digabungkan bersama dengan uang Rp 300 ribu asli untuk dikirim ke sebuah rekening.”Jadi, pada saat itu keponakan perempuan saya yang menerima uang dari dua orang laki-laki tak dikenal mau kirim uang sebanyak Rp 500 ribu, karena keponakan saya ragu dengan dua lembar uang yang warnanya lain dia sempat bertanya kepada kedua pelaku tetapi kedua pelaku mengaku bahwa uang itu adalah uang baru jadi warnanya berbeda. Karena percaya keponakan saya tetap mengirimnya,”urai Dermon Sauyai atas pengakuan keponakannya kepada sejumlah wartawan Kamis (6/8) Kemarin.

Dari kejadian ini korban berharap secepatnya  ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sehingga tidak ada korban-korban selanjutnya.

Terkait kejadian ini, Kapolres Raja Ampat, AKBP. Andre J.W. Manuputty, S.IK saat dikonfirnasi Radar Sorong melalui Via Telepon Kamis malam (6/8) mengatakan, dirinya belum mendapat laporan, namun ia meminta kepada warga yang menjadi korban agar segera melaporkan kejadian ini secepatnya ke Polres Raja Ampat. 

“Saya belum dapat info. Namun terima kasih informasinya, nanti saya akan cek, ” kata Kapolres. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed