oleh

Tuntut Transparansi Perijinan Doubel O

-Berita Utama-1.016 views

Mahasiswa Maluku Utara Demo DPRD dan Polres Sorong Kota

SORONG – Massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Maluku Utara Sorong Kota, menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Kota Sorong dan Polres Sorong Kota, Rabu (7/8)  menuntut persoalan ijin jam beroprasi Double O yang melewati waktu yang sudah ditentukan. Pantauan Koran ini, pendemo mulai berkumpul di sekitaran DPRD pada pukul 11.30 WIT dan memulai orasi hingga memasuki bagian depan pintu DPRD. 

Sempat terjadi aksi pembakaran kertas manila berkali-kali oleh salah satu massa pendemo di depan pintu masuk kantor DPRD, namun pihak kepolisian berhasil mengamankan aksi tersebut dan memadamkan dengan menginjak kertas yang telah di bakar. Aksi ini sempat memicu adu mulut dengan petugas, namun demo tetap berlanjut dengan kondusif. 

Ikatan Mahasiswa Maluku Utara Sorong Kota menuntut DPRD Kota Sorong transparan terkait perijinan dan surat-surat operasi Double O, meminta Komisi A DPRD Kota Sorong agar bisa menghadirkan manager Double O di DPRD Kota Sorong, mendesak pihak DPRD Kota Sorong untuk menindak lanjuti pengaduan dan keluhan masyarakat di sekitar Double O. 

Setelah melakukan orasi di DPRD, para pendemo mendatangi Mapolres Sorong Kota dan melakukan orasi juga menuntut transparansi pemberian ijin operasi tempat hiburan malam Double O. Massa juga menuntut kepada Polres Sorong Kota untuk menindaklanjuti izin oprasi Double O dan terus mengontrol tempat hiburan malam di Kota Sorong sesuai surat yang dikeluarkan batas operasi dari pukul 20.00 s/d 00.00 WIT. 

Wakil Ketua DPRD Kota Sorong, Selestinus Paundanan,SE mengatakan bahwa jika DPRD turun mengeksekusi maka itu keliru, karena itu bukan wewenang DPRD untuk melakukan penindakan. Jika pengawasan dalam hal ini aspirasi untuk ditindaklanjuti, itu telah dilakukan pihaknya. “Tugas dan fungsi DPRD sudah kami laksanakan, ada peraturan daerah terkait izin itu dan kalau sudah peraturan daerah, eksekusinya ada di pemerintah,” jelasnya kepada Radar Sorong, Rabu (7/8). 

Anggota DPRD Kota Sorong, Gustie Sagrim mengatakan, ada beberapa anggota Komis A yang menurut penilaian para mahasiswa, tidak etis bila datangi Double O. Gusti Sagrim menjelaskan bahwa pihak DPRD mendatangi Double O dalam rangka melakukan kunjungan kerja, kalaupun mahasiswa mendapati indikasi kompromi yang dilakukan oleh pihak Komisi A, harus ada data dan bukti.  “Kami menjaga marwah lembaga DPR yang terhormat ini. Apabila dengan sengaja ada oknum-oknum yang memainkan peran itu disana, maka itu atas nama pribadi bukan atas nama DPRD Kota Sorong yang terhormat ini,” tegasnya. 

Sementara itu, saat menggelar aksi demo di Mapolres Sorong Kota, aspirasi dan tuntutan para pendemo diterima Kabag Sumda Polres Sorong Kota, Kompol Markus Ramba,SH mewakili Kapolres dan Wakapolres Sorong Kota yang sedang tidak berada di tempat. “Saat ini Kapolres dan Wakapolres sedang ada di luar kota, saya akan menerima tuntutan dan mendengar pendapat supaya bisa saya beritahukan kepada Kapolres ataupun Wakapolres,” jelasnya. (Cr-49) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed