oleh

Tuntut Kejelasan Tempat Parkir

Sopir Truk Bongkar Muat Mogok Kerja

SORONG – Puluhan supir truk bongkar muat di Pelabuhan Sorong menggelar aksi mogok kerja di depan Pelabuhan Sorong, Selasa (16/6). Aksi mogok kerja dilakukan karena para supir menginginkan kejelasan tempat parkir mengingat truk tidak mungkin parkir di sepanjang jalan utama depan Pelabuhan Sorong karena tidak memiliki tempat parkir.

Salah satu supir truk, Yusuf Pattimura mengatakan, aksi mogok kerja dilakukan untuk mempertanyakan dimana tempat parkiran truk bongkar muat. Selama ini, supir truk bekerja sama dengan PT. Pelindo IV dengan membayaran iuran pertahun sekitar Rp 1.5 jutaan. “Para supir ini keliaran diluar Pelabuhan Sorong ­karena tidak ada tempat untuk parkir. Sementara mobil truk tidak bisa masuk di dalam area pelabuhan, padahal para sopir ini kan punya iuran tahunan di Pelindo, jadi sekarang kami mogok 1 hari ini dulu,” jelasnya kepada Radar Sorong.

Pihaknya lanjut Yusuf, akan membentuk organisasi dan menunjuk ketua baru untuk kemudian mendatangi ­Pelindo guna meminta kejelasan lahan parkir truk. ”Kami disini ­hampir 200 lebih mobil truk, jadi kalau parkir di samping jalan bisa macet,” ucapnya.

General Manager PT. ­Pelindo IV Persero, Raplin Halid menga­takan pihaknya akan mengkaji tuntutan para supir truk agar Pelindo menyiapkan lapangan parkir, karena ­kegiatan sebelumnya pihaknya tidak pernah menyediakan lapangan parkir untuk kendaraan. “Kami membuka lapangan penumpukan peti kemas (Depo Kontainer) sebe­narnya untuk menata Pelabuhan Sorong, karena selama ini memang jadi masalah, sehingga kami coba tertibkan agar Pelabuhan menjadi lebih bagus lagi. Jadi, untuk ­tuntutan sediakan lapangan parkir akan kami lihat dulu dan kami ­kaji lebih dalam,” jelasnya.

Ditanyai terkait iuran ­tahunan para supir truk kepada pihak Pelindo, Raplin mengatakan sebenarnya iuran tersebut untuk masuk pelabuhan, ­karena aturannya untuk ­masuk Pelabuhan Sorong harus membayar kas pelabuhan. “Tapi karena truk bongkar  muat itu merupakan angkutan di pela­buhaan sehingga difasilitasi pembayaran masuk Pelabuhan dilakukan per tahun daripada setiap masuk bayar. Itu untuk masuk ke pelabuhan, bukan untuk parkir di pelabuhan. Pembiayaannya memang ­kami pungut tapi untuk kas pelabuhan,” terangnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed