oleh

Transaksi Narkotika Rata-Rata dengan Sistem Tempel

-Metro-88 views

Polres Mimika membeberkan sistem peredaran dan transaksi Narkotika golongan I jenis sabu-sabu yang selama ini berhasil diungkap, kebanyakannya menggunakan sistem tempel.

 Hal ini disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Masnur, SH yang ditemui Radar Timika, Kamis (17/9) kemarin di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, transaksi sistem tempel yang marak dipraktekkan para pengedar Narkotika di Kabupaten Mimika, yakni dengan cara pembeli memesan barang yang akan dibeli dari pengedar atau Bandar, lewat komunikasi melalui telepon seluler.

Kemudian, penggedar lalu mengantarkan dan meletakkan barang pesanan dari pembeli tersebut ke salah satu tempat yang sudah ditentukan, barulah barang haram itu lalu kemudian diambil oleh pembeli.

“Kalau di Timika sistem tempel yang paling banyak kita ungkap. Jadi ada yang pesan barang, lalu uangnya di transfer ke rekening penjual atau pemilik barang. Kemudian begitu uangnya masuk, nanti ada orang yang tempatkan barang pesanan itu ke salah satu tempat, lalu nanti pembelinya yang datang ambil. Jadi sistem ini kalau tiap kali kita ungkap, maka jaringannya putus karena mereka tidak saling kenal sebab tidak pernah ketemu,”jelas AKP Masnur.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa sistem tempel dalam praktek transaksi peredaran gelap, merupakan salah satu sistem peredaran Narkotika di Kabupaten Mimika, yang paling sering ditemukan oleh pihak kepolisian, dalam pengungkapan kasus kepemilikan barang haram tersebut.

“Semua kasus kepemilikan narkoba yang kita tangani saat ini, cara transaksinya semuanya menggunakan sistem tempel,”kata Kasat Narkoba.

Selanjutnya untuk sistem pengawasan dari pihak kepolisian sendiri terkait peredaran gelap narkotika, Kasat Narkoba mengatakan sejauh ini pihaknya selalu membangun komunikasi dan kerja sama dari pihak terkait, untuk mencegah dan memberantas peredaran gelap Narkotika di Kabupaten Mimika.

“Kita selalu komunikasi dengan pihak terkait. Contohnya dengan BNNK Mimika, Bea Cukai, bandara, dan pihak pelabuhan dan juga dengan pihak jasa pengiriman barang. Intinya tetap kita koordinasi untuk saling memberikan informasi, apabila ada barang masuk ke Timika,”ungkapnya.

Kemudian kata AKP Mansur, bahwa semenjak ia menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Mimika beberapa waktu lalu pihaknya, telah berhasil mengungkap sekitar empat kasus  kepemilikan Narkotika dengan lima tersangka.

“Sekitar empat kasus dengan lima tersangka untuk kasus Narkotika, kalau untuk miras lokal ada sekitar sepuluh lebih kasus. Dan semua kasus itu, masih dalam proses penyidikan,”pungkasnya. (tns

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed