oleh

Tradisi Bukber di Masjid At-Taqwa Sudah Ada Sejak 1966

-Metro-77 views

SORONG – Buka puasa bersama (bukber) memang selalu menjadi hal identik, yang mungkin tak ditemui di bulan lain selain bulan Ramadan. Kali ini, nuansa Ramadan tersebut sangat terasa di Masjid At-Taqwa dengan selalu dihadirkannya kegiatan bukber setiap tahunnya.

Ketua Pengurus Masjid At-Taqwa, Muhammad Salim mengatakan, bagi jama’ah Masjid At-Taqwa, bukber merupakan tradisi turun temurun yang hingga kini masih dipelihara oleh generasi yang ada saat ini. Dikatakannya, kegiatan bukber di Masjid At-Taqwa sudah ada sejak pertama kali masjid tersebut dibangun pada tahun 1966. Hadir sejak 55 tahun yang lalu, tradisi bukber tersebut masih tetap ada hingga saat ini, bahkan di masa pandemi sekalipun.

“Bukber ini sudah jadi tradisi bagi kami, karena sejak awal masjid ini berdiri tahun 1966, kegiatan bukber setiap Ramadan tidak pernah absen. Makanya itu yang kami pelihara terus sampai sekarang. Meskipun pandemi, itu tidak menghalangi. Bahkan kami tidak merasakan perbedaan antara Ramadan pada kondisi normal dan Ramadan pada kondisi pandemi,” ujar Salim, Rabu (14/4).

Bukber di Masjid At-Taqwa tak hanya dikhususkan bagi internal jama’ah masjid tersebut saja, melainkan terbuka untuk umum. Kegiatan bukber tersebut juga dijadikan sebagai ladang ibadah yang bisa dilakukan kepada para musafir, atau bagi siapapun yang ingin berbuka puasa di sana.

Seolah tanpa khawatir akan ancaman pandemi, siapapun yang melintas di sekitar Masjid At-Taqwa tersebut selalu dipersilahkan untuk mampir. Bagi Salim, pandemi biarlah menjadi urusan Allah. Sementara yang menjadi urusan manusia adalah bagaimana tetap memperhatikan dan menjalankan urusan sosial kepada sesama manusia.

“Kami tetap membuka tangan bagi siapapun yang ingin bergabung, bahkan kuotanya tidak kami batasi. Yang lewat silahkan mampir, yang berpuasa dipersilakan berbuka di sini, sekaligus melaksanakan Salat Maghrib berjamaah. Kami di sini beranggapan bahwa pandemi biarlah menjadi urusan Allah, namun urusan sosial kepada sesama manusia, itulah yang harus tetap kami laksanakan,” terangnya.

Kendati demikian, jama’ah Masjid At-Taqwa juga tetap menghargai keputusan pemerintah terkait penerapan protkol kesehatan (prokes) guna meminimalisir adanya ancaman penularan covid-19. Oleh karena itu, segala kebutuhan terkait hal tersebut juga sudah dipersiapkan.

“Untuk prokes, kami sudah lengkap. Ada disinfektan, sabun cuci tangan, hand sanitizer, sampai alat ukur suhu badan juga ada. Pada dasarnya kami tetap menghargai instruksi pemerintah untuk menerapkan prokes, namun kami juga tidak bisa dihalangi untuk beribadah dan tidak bisa menghalangi siapapun yang ingin beribadah. Intinya fokus ibadah lillahi ta’ala, tetapi juga tetap waspada Corona,” jelasnya.

Di bulan suci yang penuh berkah ini, Salim berharap, ini merupakan Ramadan terakhir di masa pandemi. Ramadan berikutnya, kata dia, semoga bisa menjadi lebih berkah jika pandemi sudah tidak ada, sehingga umat muslim bisa semakin leluasa lagi untuk beribadah seperti sedia kala.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed