oleh

TPID Sidak, Temukan Indikasi Beras Oplosan

SORONG – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong menggelar inspeksi mendadak (Sidak) guna melakukan penertiban barang kadaluwarsa dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasaran menjelang Ramadan 1442 hijriah.

Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Sorong, Milan Latumeten,S.STP, mengatakan tempat yang TIPD Kota Sorong sidak yaitu ke Media Ayam Potong, Gudang Jupiter/Papua Supermarket, Bone Indah, UD Sulawesi, UD Sentosa Abadi dan Saga Supermarker. “Kegiatan turun lapangan ini gabungan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di dalamnya ada Dinas Perdagangan, BPOM, Bagian Perekonomian, BPS dan Dinas Pariwisata. Tujuan kita turlap dalam rangka menyambut bulan puasa. Ini pra, nanti ­menjelang hari raya Idul Fitri kita akan turlap lagi dengan tim yang lebih besar,” kata Milan Latumeten usai sidak, Kamis (8/4).

Diakuinya, ketika melakukan sidak di salah satu gudang bahan bapok, terdapat hal-hal yang mencurigakan seperti ada kegiatan dan alat-alat penunjang untuk melakukan kecurangan pada beras yang berada di lantai dengan karung serta botol dengan lebel untuk mematikan hama, diduga digunakan untuk ditabur di dalam beras yaitu oplosan beras.  “Ada sedikit temuan beras yang dioplos seperti itu, memang kita tidak langsung temukan bukti dioplos tetapi bukti-bukti alat jahit ada, kemudian beras yang dibuka secara besar itu ada. Jadi kita beranggapan itu sudah indikasi untuk melakukan oplosan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Sorong lanjut Milan Latumeten, akan menindaklanjuti dan menegur secara tertulis atas tindak dugaan menyimpang tersebut. “Kami dari pemerintah kota, kita dari bagian perekonomian akan menyurati pemimpinnya untuk datang ke kantor. Kami akan siapkan surat pernyataan untuk yang bersangkutan menandatangani surat peernyataan tersebut supaya tidak terulang lagi yang kedua dan ketiga kalinya,” tandasnya.

Menurut Milan, pihak tersebut tidak mengakui dan berdalih, apalagi saat sidak, pimpinan usaha tersebut tidak ada di tempat. “Mereka hanya pengawas yang ada, jadi kurang tahu banyak juga dan tidak mengakui kalau melakukan oplosan,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada para pengusaha untuk lebih memperhatikan konsumen dan kualitas serta kesehatan produk. “Ketika sidak, kami apresiasi bahwa ketersediaan bapok cukup aman untuk Kota Sorong. Pengusaha harus memperhatikan kesehatan daripada konsumen itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Saga Supermarket, Syane menyambut baik inspeksi mendadak dari TIPD Kota Sorong. Ia memastikan barang atau produk yang mereka jual tidak ada yang kadaluwarsa dan persediaan aman serta harga stabil. “Sidak ini bagus untuk kita mengetahui bagaimana pengendalian dari penjualan beras, mengetahui cara memusnahkan barang kadaluwarsa dengan baik dan benar. Kita tidak tahu kalau ada beras oplosan atau tidak karena yang jelas kalau beli itu kita melihat dari fisik beras tersebut yang baik maka kita terima baik,” ungkapnya.

“Selama ini tidak ada komplain sih kalau barang tersebut kualitasnya tidak bagus. Apalagi beras Betet, penilaian konsumen baik dari segi harga terjangkau dan kualitasnya. Jelang bulan puasa, persediaan sudah kami siapkan dari makanan sampai alat rumah tangga, mulai dari bulan kemarin sudah kita siapkan,” tambahnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed