oleh

Total Dana Covid Papua Barat Rp1,01 Triliun

MANOKWARI – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing meminta kepada pemerintah daerah maupun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk melaksanakan program dan kegiatan secara maksimal sehingga serapan anggaran lebih baik. Dia menilai, penyerapan dana penanganan Covid-19 masih rendah. 

“Progam PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pengawasan dana Covid-19 yang bersumber dari APBN dan APBD cenderung dilaksanakan secara parsial. Penyerapan dana Covid-19 yang bersumber dari APBD cenderung masih rendah,” kata Kapolda saat menjadi narasumber Rapat Kerja Daerah Rakerda Dalam Rangka Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, di Aston Niu Hotel Manokwari, Rabu (4/11).

Kapolda mengatakan, masih terdapat oknum pelanggar hukum atau pihak tak bertanggungjawab  yang menyalahgunakan dana PEN untuk kepentingan pribadi. Temuan lainnya, belum optimalnya pengenalan kegiatan Satgas kepada masyarakat luas sehingga masih banyak warga belum mengetahui.

Dibeberkan Kapolda, berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan 13 kabupaten/kota, total alokasi dana Covid-19 yang bersumber dari APBD 2020 sebesar Rp1,01 Triliun lebih. Dari jumlah tersebut  realisasi serapan anggaran baru mencapai 51,44 persen atau Rp520,16 miliar.

Adapun rincian alokasi dana penanganan Covid-19, Pemprov Papua Barat Rp197,81 miliar realisasi Rp179,23 M,  Kabupaten Manokwari alokasi Rp83,37 M realisasi Rp46,28 M,  Manokwari Selatan alokasi Rp27,21 M realisasi 14,96 M, Pegunungan Arfak alokasi Rp42,88 realisasi Rp14,98 M, Fakfak alokasi Rp69,93 M realisasi  baru mencapai 3,24 M,  Kaimana alokasi Rp129,90 M realisasi Rp45,23 M.

Kota Sorong alokasi dana Covid-19 Rp48,5 M realisasi Rp26,05 M, Kabupaten Sorong alokasi Rp30,51 M realisasi Rp12,08 M, Sorong Selatan alokasi Rp29,87 M realisasi Rp21,04 M, Maybrat alokasi Rp43,56 M realisasi 18,13 M, Tambrauw alokasi Rp38,01 M realisasi 35,34 M, Raja Ampat alokasi Rp100,85 M realisasi 43,93 M, Teluk Wondama alokasi Rp78,31 M realisasi 41,65 M dan Teluk Bintuni alokasi Rp88,26 dan realisasi serapan anggaran baru capai Rp17,97 M.

Polda Papua Barat lanjut Tornagogo, telah melaksanakan sejumlah kegiatan penanganan Covid-19. Sejak awal pandemi dilakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat, rapid test, pembukaan dapur umum, sosilisasi penerapan dan pendisiplinan protokol kesehatan serta adanya kampung tangguh. Sosialisasi pendisiplinan dilaksanakan dengan Operasi Aman yang sudah diperpanjang 5 kali. “Ini dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Kapolda menyarankan kepada Satgas untuk meningkatkan testing atau tracing sehingga dapat diketahui kondisi di masyarakat. Ini dimaksudkan agar orang yang terinfeksi Covid-19 diketahui sejak dini untuk dilakukan tindakan perawatan. “Ini supaya angka kematian bisa kita tekan,” tandasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed