oleh

Tonjolkan Bidang Penangkapan Ikan

-Metro-311 views

SORONG-Kepala SUPM Sorong, Erni Kristina P.A.Pi,MP mengatakan, Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Sorong tahun 2021 ini akan bekerja sama dengan PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Bitung. Hal ini untuk mendapatkan kapal sebagai alat penunjang dalam Bidang Penangkapan Ikan yang merupakan salah satu program SUPM Sorong.

“Jadi sesuai arahan dari pusat, di tahun 2021 kami diminta untuk menggulkan program pada bidang Penangkapan Ikan di SUPM Sorong. Karena di Papua itu lautnya luas dan ikan banyak, sehingga kami meminta bantuan kapal di PSDKP Bitung yang merupakan kapal asing yang disita karena illegal fishing,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (16/1).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Lanjutnya, bahwa SUPM Sorong nanti kolaborasi dengan pengolahan menangkap ikan dari laut. Kami sudah mempunyai cold storage dengan kapasitas 20 ton. Ikan akan kami olah yang nantinya akan menjadi icon Kota Sorong. “Misalnya ada pengunjung dari luar Kota Sorong jika ingin membeli oleh-oleh, maka kita menyediakan oleh-oleh olahan ikan misalnya tuna asap, abon ikan, sambal ikan jadi bisa menjadi kebanggaan Kota Sorong,” ujarnya.

Erni menuturkan, bagi masyarakat Kota Sorong yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka di SUPM Sorong akan mendapatkan kemudahan dengan biaya masuk yang akan diberikan subsidi biaya pada mereka yang memiliki ekonomi rendah. “Anak-anak yang sekolah di SUPM Sorong 50% adalah untuk umum dan 50% untuk pelaku utama dibiayai oleh Negara, semua dari mulai masuk sampai selesai. Persyaratannya pelaku utama perikanan yaitu anak pembudidaya ikan, pengolah ikan, nelayan atau pun pemasar ikan yang rata-rata dari ekonominya rendah tujuannya supaya taraf hidup nelayan itu bisa naik,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa program sudah dilakukan sudah sejak menteri KKP sebelumnya. Sehingga pada penerimaan peserta didik di SUPM Sorong dari 100% untuk peserta didik pelaku utama akan dinaikan. “Kami disuruh menambah, dari yang 50% akan dinaikan menjadi 75% untuk anak-anak pelaku utama yang dibiayai oleh Negara. Jadi yang biaya sendiri nanti kami terima hanya 25%. Tahun ini ada 62 orang yang kami biayai gratis sedangkan 62 orangnya biaya sendiri,” katanya.

Lanjutnya, penerimaan peserta didik bagi Orang Asli Papua (OAP) jadi prioritas, di mana SUPM Sorong membuka pendaftaran atau penerimaan siswa siswi bukan hanya di Kota Sorong tetapi seluruh Papua dan Papua Barat. Bahkan dari Maluku dan dari daerah lain, tetapi yang diutamakan OAP yaitu 60% OAP dan 40% dari yang bukan OAP,” ujarnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed