oleh

Tolak Hasil Seleksi CPNS 2018

MANOKWARI – Ratusan pencari kerja peserta tes seleksi CPNS 2018 kembali berunjuk rasa. Kali ini, Kamis (6/8) mereka menyambangi kantor MRP Provinsi Papua Barat berlokasi di Sogun (Sowi Gunung), Manokwari. Dalam pernyataan sikapnya, massa menolak secara tegas penetapan hasil ­seleksi CPNS formasi 2018 Kabupaten Manokwari. ­Dengan demikian Pemkab Manokwari tak boleh melakukan pemberkasan terhadap peserta yang lulus,

Massa mulai berunjuk rasa di kantor MRP sekitar pukul 11.30 WIT.  Meski mendapat pengawalan personel Polres Manokwari, massa merangsek ­masuk ke halaman kantor MRP yang meminjam bangunan Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM. Masa yang menamakan diri Solidaritas Pencari Kerja di ­Manokwari ini diterima sejumlah anggota MRP PB dan ­Sek­retaris MRP PB.

Sekretaris Solidaritas Pencari Kerja di Manokwari, ­Majanto Ullu membacakan pernyataan sikap menolak secara tegas penetapan hasil seleksi CPNS formasi 2018 Kabupaten Manokwari. “­Dengan tegas kami menolak penetapan dan pengumuman CPNS formasi tahun 2018 yang ditandatangani Plt Bupati Manokwari. Tidak boleh dilakukan pemberkasan sebelum dilakukan peninjauan kembali,” tegas Majanto Ullo.

Massa meminta kepada pemerintah pusat dan Pemkab Manokwari untuk meninjau kembali penetapan hasil ­seleksi CPNS formasi tahun 2018. Mereka meminta agar semua peserta tes yang orang asli Papua diakomodir dalam seleksi CPNS. Pemerintah  juga wajib melaksanakan kesepaka­tan yakni perekrutan CPNS formasi 2018 dengan persentase 80 persen untuk orang asli Papua dan 20 persen non OAP.

Massa juga meminta ­kepada Gubernur, Ketua DPR PB, Ketua MRP PB,  Ketua LMA, Ketua Dewan Adat agar menggelar tikar adat menghadirkan Plt Bupati Manokwari, Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari dan Kepala BKD (Badan Kepega­waian Daerah) Manokwari untuk mempertanggungjawabkan daftar nama-nama lolos tes CPNS yang dikirim ke panitia pusat di Jakarta. 

“Kami meminta agar pelak­sanaan seleksi CPNS dilak­sanakan secara formalitas dikhususkan kepada orang asli Papua. Apabila aspirasi ini tidak ditindakalanjuti, ­maka kami akan terus melakukan aksi, berteriak di pinggir jalan, sehingga kamtibmas di Manokwari terganggu,” tegas Ma­janto Ullo didampingi Ketua Solidaritas Pencari Kerja, Raymon Rumansara.

Ketua Poja Adat MRP PB, Samuel Kambuaya yang menerima massa, mengapresiasi aspirasi para pencari kerja  yang menuntut keadilan dan keberpihakan kepada orang asli Papua. Dia mengatakan, pimpinan MRP PB saat ini sedang berada di Jakarta bersama Gubernur untuk melakukan pertemuan dengan Men-PAN RB membicarakan nasib OAP dalam seleksi CPNS 2018.

Samuel Kambuaya mengakui, hasil seleksi CPNS 2019 yang sudah diumumkan, tidak sesuai kesepakatan awal yakni 80 persen OAP dan 20 persen non OAP. Bahkan di Manokwari persentase OAP  yang lulus jauh dari harapan. “­Hasil ini sangat mengecewakan. Kami MRP sangat terpukul,” ujarnya. MRP lanjut Samuel Kambuaya, telah melakukan tugas pemantuan dan penga­wasan seleksi CPNS 2018 di 12 kabupaten. Namun demikian, pelaksanaan teknis ­seleksi CPNS merupakan tugas ­pemerintah. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed