oleh

Toko Obat Wajib Miliki Tenaga Teknis Kefarmasian

-Metro-30 views

Maraknya penjualan obat keras yang semakin bebas di toko-toko pinggiran menjadi target sasaran LOKA POM Sorong. Hal ini kemudian menjadi temuan baru LOKA POM Sorong beberapa waktu lalu.

Calon Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama LOKA POM Sorong, Isna Asri Arumsari, S.Farm., Apt mengungkapkan bahwa toko obat bukan apotek tidak diperbolehkan menjual obat keras tanpa izin.

“Toko obat biasa seharusnya hanya boleh menjual obat bebas dan obat bebas terbatas saja bukan obat keras. Dan obat keras juga hanya bisa didapatkan melalui resep dokter di apotek dan rumah sakit,” jelas wanita berhijab tersebut.

Menurutnya toko obat minimal harus memiliki tenaga teknis kefarmasian seperti layaknya apotek, misalnya lulusan sarjana farmasi (S1) atau ahli madya farmasi (D3) sebagai penanggung jawabnya.

Toko obat yang ditemukan masih menjual obat keras dapat dinyatakan melanggar aturan atau penyalahgunaan wewenang. Toko juga terancam akan di sanksi oleh unit fungsi penindakan LOKA POM. Sanksi yang diterapkan mulai dari sanksi ringan berupa teguran lisan, peringatan, Penutupan Sementara Kegiatan (PSK) oleh LOKA POM atau yang terparah berujung pada tindak pidana.

Sementara itu Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama LOKA POM Sorong, menambahkan klasifikasi kondisi usaha juga mempengaruhi daripada sanksi yang diberikan.

“Sanksi berat berupa pidana biasanya adalah untuk usaha yang besar dengan omset di atas puluhan juta rupiah. Sementara usaha atau toko-toko kecil biasanya diarahkan kan kepada teguran dan kemudian diberikan pembinaan oleh petugas dari BPOM setempat atau LOKA POM,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed