oleh

Tinjau Posramil Kisor, Pastikan Maybrat Aman

Bernard Sagrim : Pembantaian Sesadis Ini Tidak Pernah Terjadi Dalam Sejarah Kami

MANOKWARI – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bersama Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,MSi, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, meninjau langsung Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Sabtu (4/9).  Para pejabat teras di Provinsi Papua Barat ini menyaksikan bagaimana kondisi Posramil Kisor yang berantakan dan masih terdapat bercak darah di lantai. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Bupati Maybrat Bernard Sagrim serta sejumlah pejabat TNI dan Polri turut hadir pada kunjungan ini. Pangdam, Gubernur dan Kapolda ingin memastikan situasi dan kondisi sekitar wilayah Kabupaten Maybrat pasca peristiwa penyerangan Posramil Kisor, Kamis (2/9) menyebabkan 4 prajurit TNI gugur.  Posramil Kisor hanya sebuah bangunan  sederhana, berdinding papan dan tripleks sehingga tak heran kelompok penyerang berjumlah lebih dari 30 orang dengan leluasa masuk dan membunuh 4 prajurit.

Gubernur, Pangdam dan Kapolda serta Bupati Maybrat berkeliling ke ruangan serta kondisi di sekitar pos. Sejumlah anggota TNI dan Brimob berjaga-jaga memantau situasi di saat kunjungan Forkopimda ini. Pangdam memastikan  bahwa situasi wilayah Kabupaten Maybrat dalam kondisi aman dan tertib. Hingga saat ini terus dilakukan penjagaan oleh jajaran Kodam XVIII/Kasuari bekerjasama dengan pihak Polri. “Penjagaan dilakukan untuk menjamin keamanan  dan ketertiban masyarakat khususnya di sekitar Posramil dan menghimbau masyarakat untuk tidak takut dan bekerja sama untuk memberikan informasi keberadaan kelompok tersebut,” katanya.

Pangdam memastikan akan menambah pasukan untuk perkuat pos-pos sehingga masyarakat bisa bekerja seperti biasa. Sejumlah personel telah dikerahkan untuk mengejar para pelaku yang menewaskan 4 prajurit TNI. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, apabila ada yang merasa masih merasa ketakutan saya memberikan jaminan keselamatan masyarakat,” tegas Pangdam.

Pada kesempatan ini, Pangdam, Gubernur dan Kapolda juga bertemu dengan para prajurit yang bertugas di wilayah Kabupaten Maybrat untuk memberikan semangat dan  dukungan guna terus meningkatkan moril dalam bertugas. “Kami ke sini mengecek langsung situasi dan kondisi pos, serta memberikan dukungan moril prajurit yang sedang bertugas di daerah rawan di pelosok-pelosok supaya mereka tetap semangat untuk melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara, ” tutur mantan Danjen Kopassur ini.

Hingga saat ini, gabungan tim jajaran Kodam XVIII/Kasuari dan aparat kepolisian terus melakukan perburuan terhadap kelompok pelaku dan telah mengamankan dua orang terduga pelaku penyerangan. Sejak peristiwa penyerangan Pos Koramil serta pembunuhan 4 prajurit, Pangdam secara tegas langsung memerintahkan jajarannya untuk mengejar para pelaku sampai ketemu. Dalam waktu satu hari sudah mendapatkan hasil titik terang untuk mengungkap peristiwa tersebut. Hingga saat ini terus dikembangkan siapa saja pelaku lainnya yang terlibat.   “Kita akan kejar terus pelaku-pelakunya.  Mereka harus bertanggung jawab terhadap tindakan yang biadab dan tidak berperikemanusiaan karena tentara disini tidak pernah menyakiti hati rakyat,” tegas Cantiasa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maybrat meminta maaf kepada TNI atas kelakuan yang dilaksanakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dia menyerahkan proses selanjutnya kepada Polri untuk mengungkap siapa dalangnya. “Situasi ini baru terjadi di sini selama  ratusan tahun kehidupan di sini. Pembantaian sesadis ini tidak pernah terjadi di daerah kami, tidak pernah terjadi dalam sejarah kami, baru pertama kali kejadian seperti ini,” kata Bernard Sagrim.

Satu Korban Penyerangan Posramil Kisor Dievakuasi

Salah seorang korban penyerangan Pos Ramil Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Serda Imanuel Wenatubun, berhasil selamat dari penyerangan KKB. Serda Imanuel Wenatubun telah dievakuasi ke  Rumkit Tk. IV 18.04.01 dr. Aryoko Sorong, Sabtu (4/9). Serda Imanuel Wenatubun menjabat sebagai Danru 1 Ton SMS Kiban Yonif 713/ST Korem 133/NW Kodam XIII/Merdeka, anggota Satgas Apter Ramil Persiapan Aifat Timur Kodim 1809/Maybrat Kodam XVIII/Kasuari.

Kepala Penerangan Korem 181/PVT, Mayor Inf Puguh Pradono dalam rilisnya menyampaikan  pasca kejadian penyerangan di Posramil Kisor, salah satu korban selamat yakni Serda Imanuel Wenatubun telah mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu di RSUD Scholoo Keyen Sorong Selatan. Dalam rangka penanganan medis lebih lanjut, setelah dilaksanakan pemeriksaan terhadap kondisi pasien, maka secara umum kondisi pasien belum bisa bicara hanya bisa berkomunikasi melalui isyarat. ”Nyeri di wajah sudah mulai berkurang, dan tampak sakit sedang, selanjutnya hari Minggu pagi (5/9) tadi Serda Imanuel Wenatubun dievakuasi ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta dengan menggunakan Pesawat Batik ID 6197,” ungkapnya sembari menambahkan, dokter Rumkit Tk.IV 18.07.01 Aryoko Sorong Letda Ckm dr. Wahyudi turut mengantar Serda Imanuel Wenatubun ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. (lm/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed