oleh

Tinjau Perbatasan, Kapolda : Anggota Jangan Lenggah

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengunjungi Pos Pengamanan  Perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skouw Distrik Muara Tami. Kapolda  meninjau Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas Yonif 713 Satya Tama dan Pospol Perbatasan Skouw. Dalam kunjungannya, Kapolda disambut Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Dony Gredinand, Selasa (22/10). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda berpesan kepada prajurit Satgas Pamtas agar menjaga kesehatan, moril serta tetap bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Jenderal asli Papua ini mengingatkan anggota tetap waspada, tidak boleh lengah dalam bertugas. Tak hanya, prajurit TNI diharapkan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Kapospol maupun Kapolsek di wilayah itu. ”Jangan lengah, tingkatkan kewaspadaan dan lengkapi senjata dan amunisi dalam bergerak,” pesannya. Kepada prajurit, Waterpuaw juga menyampaikan kondisi terkini di Wamena Kabupaten Jayawijaya yang telah berangsur pulih setelah kedatangannya bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab.

Dansatgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama,  Letkol Inf Dony Gredinand mengatakan, sinergitas TNI-Polri dalam melaksanakan pengamanan di perbatasan Skouw sudah sangat baik. Dia pun menilai kehadiran Kapolda Papua dapat menambah semangat moril anggota dalam menjaga perbatasan negara. “Kami sangat terbantu atas kerja sama selama ini, selain TNI-Polri kami juga dibantu oleh masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pos Polisi Perbatasan Skouw, Iptu Kasrun mengaku cukup banyak kendala yang dihadapi dalam tugas di perbatasan, namun kendala itu dapat diatasi berkat kebersamaan dan sinergitas antara TNI-Polri. Dia pun memastikan situasi keamanan di Perbatasan aman kondusif. Masyarakat pun dapat berwisata di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw.

Sebelumnya, teror suara tembakan terjadi di wilayah Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, 1 Oktober lalu. Lettu Inf Sulaiman, Danki Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713 terkena rekoset tembakan di tangan kiri. Pasca teror, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 713/Satya Tama meningkatkan status siaga satu. Pintu perbatasan yang menghubungkan kedua negara ditutup untuk menghindari jatuhnya korban. Diduga pelaku teror adalah kelompok kriminal separatis bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan. Kelompok ini bersembunyi dan melakukan kegiatan di negara tetangga PNG. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed