oleh

Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Melalui IHT

-Metro-196 views

SORONG-Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Sorong melakukan pelatihan In House Training (IHT) bagi para tenaga pendidik guna meningkatkan kompetensi serta motivasi, terutama dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 18-21 Mei itu juga melibatkan pihak Universitas Terbuka (UT) Sorong sebagai pemateri.

Wakil Kepala Urusan Peningkatan Mutu yang juga sebagai Sekretaris Dewan Guru SUPM Sorong, Budi Satriyanto, S.Pi.,M.P mengatakan, kegiatan IHT merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebanyak dua kali tiap tahunnya. Pengambilan tema saat kegiatan pelatihan juga tidak sama, disesuaikan dengan kebutuhan institusi.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Karena saat ini situasinya di tengah pandemic, maka tema yang diambil adalah Peningkatan Layanan Pembelajaran Melalui Pemahaman Sistem Model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena kita tahu bahwa kita sedang dibatasi untuk bertemu secara tatap muka. Kita harus melakukan berupaya memberikan pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Budi.

Dikatakannya, bahwa kegiatan IHT ditempuh selama 30 jam dengan mendapatkan angka kredit 1. Kegiatan IHT ini juga dikatakan sangat membantu bagi seorang guru, sebab bukan hal mudah bagi seorang guru untuk mendapatkan nilai tersebut.

“Tentu sangat bermanfaat, apalagi bagi para guru yang sulit mendapatkan angka ini. Karena jika mengikuti kegiatan pelatihan biasa dengan durasi 2 jam, biasanya hanya mendapatkan angka kredit 0,2. Sehingga dengan kegiatan ini sangat membantu pencapaian nilai angka kredit bagi peserta,” jelasnya.

Keterlibatan UT sebagai pemateri dalam kegiatan IHT tersebut juga merupakan kali pertama untuk pelatihan secara daring. UT dianggap sebagai pilot project dalam hal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena hal tersebut sudah menjadi rutinitas UT selama ini. Ada sebanyak 67 orang peserta pelatihan yang merupakan tenaga pendidik.

Manager Registrasi dan Asesmen UPBJJ-UT Sorong, Adang Sutisna merincikan, tiga heri pertama merupakan hari dimana peserta pelatihan akan menerima pembekalan materi secara daring maupun luring. Kemudian di hari terakhir akan ada survei lokasi atau road to kampus, dimana seluruh peserta pelatihan akan berkunjung ke kampus UT.

“Nanti di kampus akan diperlihatkan kepada peserta sarana apa saja yang digunakan untuk proses pembelajaran di kampus UT. Mulai bahan ajarnya, sistem ujian onlinenya, tempat tutorial tatap muka dan sebagainya,” ujar Adang.

Roman Hedi Saputro yang merupakan pemateri dari UPBJJ-UT Pusat menambahkan, kerja sama yang dilakukan dalam kegiatan IHT merupakan transfer knowledge. Karena ilmu yang dimiliki sebaiknya ditularkan kepada orang lain, tidak disimpan sendiri. Materi yang dibawakan adalah terkait pembelajaran daring berikup perangkat apa saja yang digunakan UT dalam proses PJJ.

“Materi apa saja yang digunakan UT saya share kepada peserta pelatihan IHT di SUPM. Nanti mereka boleh meniru teknik yang kami gunakan seperti UT radio, atau semacam membuat modul digital. Aplikasi yang ada di Sistem Pembelajaran Terbuka (SUAKA) UT, boleh digunakan oleh masyarakat termasuk SUPM secara free. Bahkn  boleh dimodifikasi sesuai kebutuhan untuk kemajuan pendidikan,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed