oleh

Tiga Tukang Ojek Tewas Dibunuh KSB di Intan Jaya

TIMIKA – Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) kembali melakukan aksi penembakan yang menewaskan tiga warga sipil yang merupakan tukang ojek, yakni Risal (31), Harianto (31), dan La Soni (25). Ketigaya tewas di tangan KSB di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, SH dalam rilisnya yang diterima Radar Timika, Sabtu (27/10) lalu menjelaskan, kejadian bermula saat salah satu warga yang diketahui bernama Titus Kobogau datang ke rumah kediaman Bupati Intan Jaya. Titus melaporkan informasi kepada Bupati Intan Jaya, bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap tiga orang tukang ojek di Kampung Pugisiga

Setelah mendapat informasi tersebut, Bupati melakukan pertemuan terbatas antara Pemda dan aparat keamanan, menyangkut informasi yang disampaikan oleh saksi. Kemudian Bupati Intan Jaya, membuat tim untuk melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut.

Saat itu juga pengurus ojek kemudian melakukan pertemuan dengan para tukang ojek untuk mendata anggota ojek mereka. 

“Pertemuan anggota ojek di halaman kantor Koramil dan mendata kembali personil ojek, setelah dilakukan pendataan diketahui bahwa tiga tukang ojek yakni Risal, Harianto, La Soni tidak berada di tempat. Dari keterangan teman korban, bahwa ketiga tukang ojek tersebut terakhir kali dilihat sedang mengantar penumpang ke arah Pugisiga,” urainya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, warga setempat kemudian melakukan upaya evakuasi dengan cara digotong sampai di Jembatan Hitadipa dan langsung diserahkan ke tim penjemputan untuk kemudian dibawa ke rumah sakit Kabupaten Intan Jaya.

“Dari hasil pemeriksaan medis oleh dokter RSUD Intan Jaya, terdapat dua korban mengalami luka tembak di bagian kepala dan satu korban mengalami luka tusuk di bagian dahi. Direncanakan jenazah akan di berangkatkan ke kampung halamannya masing-masing yang di kawal oleh personil Polsek Sugapa, dan pihak pemerintah daerah dengan biaya di tanggung sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten Intan Jaya,” jelasnya.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab melalui Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel CPl Eko Daryanto, SE MSi yang juga dalam rilisnya menyebutkan, aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh KSB pimpinan Lekagak Telenggen.

“Perbuatan teror ini jelas membuktikan bahwa kelompok separatis, selalu berusaha mengganggu kedamaian di tanah Papua. Kami akan terus berkoordinasi dengan unsur kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis yang selalu menciptakan teror dan ketakutan masyarakat,” kata Kapendam.

Sementara itu Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena yang dikonfirmasi Radar Timika, Minggu (27/10) kemarin mengatakan tiga jenazah tukang ojek itu sempat dibawa ke RSUD Mimika pada Sabtu siang.

“Untuk tiga jenazah sempat dibawa ke RSUD Mimika, tapi yang satu jenazah atas nama Harianto pada Sabtu siang itu juga langsung diambil pihak keluarga untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Makassar. Sementara yang dua jenazah atas nama Rizal dan La Soni sempat disemayamkan semalam di RSUD Mimika, Minggu baru dipulangkan ke Makassar,” kata Mahakena. (tns) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed