oleh

Teruslah Bermimpi, Yang Penting Kerja Keras dan Tak Lupa Berdoa

-Future-694 views

Perjuangan Erpin Said Lulus Cum Laude di Queen’s University of Belfast (3)

Setelah berhasil meraih salah satu mimpinya, Erpin Said juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktral. Namun sebelum itu, ia memutuskan untuk kembali ke Sorong untuk mengajar dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa di Papua Barat dan khususnya Sorong. 

Namirah Hasmir, Sorong 

ERPIN kembali menginjakkan kaki di Sorong pada tanggal 26 Desember 2018, setelah lebih dari 1 tahun berada di Belfast Irlandia Utara. Tidak berubah, meski telah meraih S2 di luar negeri dengan predikat cum laude, Erpin tetap ramah dan sama seperti sebelumnya oleh sahabat-sahabatnya. 

Bahkan ia tak segan-segan untuk berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada beberapa teman-temannya untuk dapat mengikuti jejaknya melanjutkan pendidikan di luar negeri meski dengan kondisi keluarga yang cukup sederhana. 

“Saya kira dia berubah, sombong kah bagaimana, tapi ternyata sama saja seperti dulu. Malah dengan semangatnya dia kasih motivasi ke kita-kita ini untuk ikut jejaknya. Saya ingat dia pertama kali tiba di Sorong, dia langsung cari kita buat ketemuan,” terang Ayu, salah satu rekan Erpin kepada Radar Sorong.

Selain berbagi pengalaman dengan beberapa teman dekatnya, Erpin juga berbagi pengalaman yang ia punya ke Medina English Club dan sering mengikuti pertemuan-pertemuan yang digelar oleh beberapa komunitas, salah satunya komunitas literasi untuk bertukar pengalaman.  Hal tersebut menjadi langkah awal untuknya, sebelum melakukan kontribusi lainnya untuk Kota Sorong. 

Dengan sharing pengalaman, ia berencana agar kedepannya dapat memberikan pelatihan atau informasi bagi mahasiswa atau pemuda di Kota Sorong untuk tidak ragu mengikuti program beasiswa luar negeri yang diadakan beberapa pihak, termasuk melalaui LPDP. 

Menurut Erpin, daerah terpencil, terpinggir dan terluar (3T) di Indonesia termasuk Papua Barat, memiliki peluang begitu besar untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Hanya saja, banyak yang masih belum mengetahui dan tidak memanfaatkan kesempatan tersebut.  “Papua Barat, NTT dan wilayah 3T itu, besar sekali peluangnya untuk dapatkan beasiswa LPDP,” ucapnya. 

Hal tersebut terjadi dikarenakan kurangnya informasi terkait beasiswa kepada mahasiswa ataupun pemuda-pemudi di Kota Sorong. Jika dibandingkan dengan daerah lainnya, cukup banyak komunitas-komunitas belajar yang sering memberikan informasi beasiswa. Sering pula dilakukan workshop dan talkshow yang berkaitan dengan beasiswa. “Kalau disini informasinya kurang, sharing beasiswa di kampus juga kurang, padahal LPDP punya program affirmasi yang dikhususkan untuk wilayah 3T termasuk Papua Barat,” terangnya. 

Erpin berharap sekembalinya dari Belfast, dapat membuka peluang bagi mahasiswa lainnya untuk meraih mimpi, salah satunya menjadi mahasiswa luar negeri. Berani keluar negeri menimba ilmu baru, dapat memacu dan membangun pola pikir yang baru untuk membangun kembali daerahnya. 

Ia berpesan agar tidak mudah dipatahkan dengan kondisi keuangan ataupun kesulitan dalam berbahasa Inggris. Karena menurutnya, tidak hanya dia, beberapa rekannya dari timur Indonesia juga banyak yang berasal dari keluarga sederhana dengan keterbatasan biaya, namun memiliki mimpi, tekad dan doa yang luar biasa untuk mewujudkan mimpi tersebut. 

Terkait keterbatasan berbasaha asing, cukup banyak tempat untuk belajar di Kota Sorong jika memiliki kemauan. Salah satunya Medina English Club yang menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin belajar berbahasa Inggris secara gratis. Karena itu, ia bertekad untuk membangun kembali Medina English Club di Kota Sorong yang saat ini masih menggunakan teras masjid untuk melakukan pertemuan setiap minggunya.  “Semoga saya bisa kembali ke Medina English Club untuk membesarkannya, bisa sharing IELTS, membuka les juga nantinya,” harap Erpin. 

Selain itu, ia juga berencana kembali mengajar. Kali ini ia berencana kembali ke UMS Sorong untuk menerapkan ilmu yang ia peroleh dengan harapan lainnya ia dapat melanjutkan pendidikan S3-nya tetap di jurusan pendidikan Bahasa Inggris dan menjadi lebih bermanfaat untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Sorong. “Karena yang utama itu SDM-nya dulu. Kalau SDM-nya jauh lebih baik, pasti pembangunan juga akan mendukung,” pungkasnya. (***/selesai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed