oleh

Tersangka Rusuh Wamena Bertambah jadi 21 Orang

JAYAPURA – Polres Jayawijaya menetapkan 21 orang tersangka kasus kerusuhan di Kota Wamena 23 September lalu. Dua tersangka baru berinisial PH dan NW. NW merupakan pelaku penikaman di Jembatan Woma yang menyebabkan seorang pekerja bangunan  meninggal dunia. “Sampai saat ini Polres Jayawijaya telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka dengan rincian 16 orang telah ditahan di Rutan Mapolres Jayawijaya, 4 orang masih DPO masing-masing berinisial YA (44), HW (22), BA (21) dan PW (21). Kemudian NW (35) merupakan pelaku penikaman di Jembatan Wouma,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal, Rabu (30/10).

Ke-21 tersangka rusuh Wamena masing-masing berinisial DM, RW, DJ, AK, YP, ES, NT, SK, LE, P, TTIN, MMA, JW, PH, RA, AMU, YA, HW, BA, PW, NW. Adapaun barang bukti  perkara yang diamankan berupa motor bekas terbakar, mobil hilux, rekaman video, panah, parang, pisau, kapak, jerigen berisi bahan bakar, dan batu. 

Para tersangka dijerat dengan pasal sesuai dengan perannya masing-masing yakni Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, 170 KUHP tentang pengerusakan terhadap orang atau barang secara bersama-sama dimuka umum dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara, pasal 160 KUHP tentang menghasut seseorang untuk melakukan tindak pidana dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara serta pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara 7 tahun penjara.

Kabid Humas mengatakan, 16 orang tersangka ditahan di Rutan Mapolres Jayawijaya, 4 tersangka masih DPO, sedangkan 1 tersangka NW merupakan pelaku penikaman di Jembatan Wouma, juga ditahan di Rutan Mapolres Jayawijaya. “Perkembangan proses penyidikan, sebagian berkas sudah tahap satu ke Kejaksaan Negeri Wamena,” jelasnya.

Kabid Humas menambahkan, situasi saat ini di Kota Wamena secara keseluruhan sudah kondusif, aktifitas masyarakat sudah berjalan normal. “Kami bisa sampaikan bahwa di pusat-pusat perekonomian seperti di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya untuk aktifitas jual beli dalam hal ini perekonomian, sudah berjalan dan masyarakat sudah berlalu lalang di jalan-jalan di Kota Wamena,” pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed