oleh

Teror KKB Renggut 17 Nyawa

JAYAPURA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menunjukan eksistensinya melalui aksi teror penembakan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan di Papua. Sepanjang tahun 2020, 17 nyawa melayang akibat aksi kekerasan KKB. 12 korban tewas merupakan warga sipil, empat anggota TNI dan satu anggota Polri. Hal ini diungkapkan  Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dalam refleksi kinerja Polda Papua, Selasa (5/1).

Waterpauw menjelaskan, teror penembakan KKB terjadi di tujuh wilayah hukum Polda Papua dengan total 49 aksi teror. Tujuh wilayah dimaksud meliputi Nduga, Intan Jaya, Paniai, Mimika, Puncak Jaya, Keerom dan Pegunungan Bintang. “Selama tahun 2020 terjadi 49 kasus penembakan oleh KKB dan ada peningkatan 17 kasus dibandingkan tahun 2019,” kata Waterpauw yang didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol Mathius D. Fakhiri. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dari 49 aksi teror, 23 aksi terjadi di wilayah hukum Polres Intan Jaya, 9 aksi di wilayah hukum Polres Mimika, 8 aksi di wilayah Polres Nduga, 6 aksi di wilayah hukum Polres Pegunungan Bintang, 2 aksi di wilayah Polres Puncak Jaya dan satu aksi di wilayah Polres Keerom. “Bentuk aksinya paling banyak penembakan, ada juga perampasan senjata api, penganiayaan hingga pembakaran,” bebernya. 

Selain merenggut 17 nyawa, Waterpauw mengungkapkan, teror KKB juga menyebabkan 26 korban luka-luka, 12 diantaranya merupakan anggota TNI, 4 anggota Polri dan 10 warga sipil. “Saat melancarkan penembakan, anggota kami berhasil melukai tiga anggota KKB, dua meninggal dunia,” kata Waterpauw.  Polda Papua memprediksi kelompok bersenjata masih eksis di tahun 2021 dengan melakukan aksi bersenjata maupun aksi politik yang berpotensi menimbulkan ancaman dan gangguan kamtibmas di Papua. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed