oleh

‘Ternak Berkeliaran’ Penjara Menanti

-Sorong Raya-644 views

AIMAS– Pemeliharaan ternak kini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sorong, Nomor 6 tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Penertiban Ternak Dalam Wilayah Kabupaten Sorong. Dimana, pemeliharaan ternak dengan melanggar ketentuan yang ada, terancam pidana 3 tahun dan/atau denda Rp 50 juta. 

“Sudah sejak 2017 Perda dibuat, kami juga sudah lakukan sosialisasi di lapangan,” terang Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sorong, Magriet Beatriks Hendrika Nauw, S.Pt kepada media di ruang kerjanya, kemarin (14/8). 

Dalam Perda tersebut, pemilik ternak diwajibkan untuk memelihara ternak secara baik dan mengamankan ternak yang ada di dalam kandang atau diikat sehingga tidak berkeliaran. Adapun keberadaan kandang turut diatur dalam Perda tersebut yakni, tidak berada dekat pada pemukiman warga dan beberapa lokasi umum di Kabupaten Sorong. 

Perda tersebut dibentuk, guna mengantisipasi adanya gangguan terhadap masyarakat dan menjaga ketertiban serta keindahan di wilayah Kabupaten Sorong. Seperti yang disampaikan oleh Megriet, beberapa titik seperti perkantoran dan tempat umum sudah tidak terdapat kotoran hewan ternak akibat ternak yang berkeliaran. 

Selain itu, sejumlah kawasan di 5 Distrik di Kabupaten Sorong telah dinyatakan sebagai kawasan bebes ternak. Dimana, kawasan-kawasan tersebut tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pemeliharaan ternak, meski diakui Magriet, masyarakat masih perlu disosialisasikan terkait hal tersebut. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed