oleh

Terlalu Dini ‘Bersiap’ Maju Pilgub

SORONG – Dukungan DPP Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) untuk mengusung Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim,MM yang juga menjabat Ketua DPD-Bapeda Provinsi Papua Barat untuk maju memperebutkan kursi PB 1 dalam kontestasi pilgub mendatang, dinilai sah-sah ­saja. 

Kendati demikian, berbicara pilgub saat ini masih terlalu dini, mengingat hingga saat ini belum diketahui apakah pilgub Papua Barat dilaksanakan tahun 2022 (Habis masa jabatan Gubernur Papua Barat), ataukah tahun 2024 sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang. ”Boleh saja kalau hanya sekedar mempersiapkan, namun kesannya memang masih terlalu dini. Tetapi selama gerakannya belum ada, saya pikir sah-sah saja,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sorong, Nurjiantoro kepada Radar Sorong, kemarin.

Menurutnya, Bernard Sagrim yang baru saja dilantik menjadi Ketua DPD Bapera Papua Barat boleh-boleh saja diusung organisasinya menuju PB1. Sebab menurut Nurjiantoro, sudah bukan rahasia lagi  bahwa banyak organisasi yang dibentuk untuk kepentingan politik tertentu. Merupakan hal wajar meski Bapera belum lama dibentuk, dengan kader yang baru dilantik, diupayakan maju memimpin provinsi. Selama tidak menyalahi aturan, siapapun masih boleh mempersiapkan segala sesuatunya.

”Apakah terkesan mencuri start, saya pikir tidak, karena ini baru persiapan dan mereka juga belum memulai jalan, apalagi mereka juga belum memiliki kendaraan yang lengkap. Kendaraan belum ada, tetapi persiapan itu memang ada. Tetapi seiring dengan perkembangan waktu, bisa jadi ada pergeseran yang belum kita ketahui juga ujungnya akan seperti apa,” bebernya.

Dikatakannya, apa yang direncanakan Bapeda sama sekali tidak menyalahi regulasi, belum ada pergerakan dan belum ada aksinya, apalagi Bawaslu sendiri juga belum bisa memastikan kapan pilgu dilaksanakan. ”Belum ada kepastian, karena sementara ini fraksi-fraksi di DPR RI juga masih ada pertentangan terkait  revisi UU pemilu, apakah dilaksanakan tahun 2022 atau 2024. Jadi selama regulasi baru belum sah, pelaksanaan pilkada tetap dilakukan tahun 2024, karena dalam UU No 10 Tahun 2016 disebutkan bahwa pilkada serentak dilakukan tahun 2024 pada bulan November,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Kota Sorong, Otis Howay,SH menilai kesiapan Drs Bernard Sagrim,MM maju pilgub apabila mendapat amanat dari pimpinan partai atau organisasi, sah-sah saja di alam demokrasi saat ini, tidak ada salahnya karena semua punya hak untuk maju asalkan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-­undangan.

Menurutnya, Bernard Sagrim yang saat ini menjabat Bupati Kabupaten Maybrat, merupakan salah satu figure di wilayah Sorong Raya yang potensial maju pilgub Papua Barat mendatang. Meski demikian, mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) ini menilai dari wilayah Sorong Raya ini banyak figure lainnya yang layak untuk ‘bertarung’ untuk memperebutkan kursi PB 01. 

Ia menyebutkan nama-nama seperti Drs Lambert Jitmau,MM yang saat ini menjabat Wali Kota Sorong, Gabriel Asem,SE,MSi yang kini menjabat Bupati Tambrauw, Dr Johny Kamuru,SH,MSi yang kini menjabat Bupati Sorong, serta nama lainnya seperti Dr Stepanus Malak,MSi (Mantan Bupati Sorong dua periode) juga sangat potensial untuk maju dalam pilgub Papua Barat. “Dari wilayah Sorong Raya banyak figur potensial untuk maju pilgub Papua Barat,” tandasnya. 

Mengenai ‘kendaraan’ politik, persepsi bahwa kedekatan BS dengan DPP Partai Golkar mengingat saat ini ia merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar, menurut Otis Howay, hal itu bukan jaminan rekomendasi Golkar otomatis jatuh padanya. “Contohnya saja Wakil Walikota Solo dalam pilkada lalu mau maju tapi nyatanya partainya PDI-P merekomendasikan yang lain,” ujarnya. 

Menurut Otis, DPP Golkar pastinya akan melakukan survey elektabilitas bakal calon sebelum mengeluarkan rekomendasi, dan figure-figur dari wilayah Sorong Raya ini seperti Lambert Jitmau, Gabriel Asem, Johny Kamuru maupun Stepanus Malak, semuanya merupakan kader-kader Golkar yang sama-sama memiliki peluang untuk diusung partai beringin maju pilgub Papua Barat. (ayu/ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed