oleh

Terdampak Longsor, Rumah Nyaris Roboh

SORONG – Salah satu rumah milik warga yang berlokasi di RT O1 RW 003 Jalan Danau Siwiki Puncak Cendrawasid Distrik Sorong Barat Kota Sorong nyaris roboh diakibatkan tanah longsor pada Jumat (26/3) sekitar pukul 03.00 WIT. Kejadian longsor ini diduga dampak dari belum rampungnya pengerjaan talud (saluran air) oleh pihak terkait.

Pantauan Radar Sorong, bagian tembok belakang rumah sepanjang kurang lebih 5 meter tersebut roboh dan menimpah peralatan dapur yang ada di balik tembok tersebut. 

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, pembuatan talud hanya sampai di samping rumah milik keluarga Rufina Rawulunubun tersebut. Setelah longsor, warga mulai melakukan pembersihan dan tembok dapur rumah Rufina diganti dengan terpal untuk menghalangi masuknya hujan karena tembok pembatas sudah roboh. 

Ditemui Radar Sorong, Rufina Rawulunubun mengatakan bahwa ini merupakan longsor kali ke dua, setelah sebelumnya pernah terjadi pada tanggal 17 Juli 2020. Diduga longsor diakibatkan karena ada proyek pembuatan talud yang sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu oleh pihak terkait. Kemudian, eksavator (alat berat) menggali tanah dan mengikis pondasi rumah milik Rufina Rawulunubun tersebut. “Sehingga pondasi rumah jadinya tergantung yang mengakibatkan pada tanggal 17 Juli 2020 kemarin terjadi longsor dan peralatan dapur kami pun tertimpa runtuhan bangunan tersebut,” jelasnya kepada Radar Sorong. 

Diakuinya, ia sudah melaporkan kejadian longsor pertama ke Dinas Sosial maupun ke Lurah, bahkan Lurah sudah turun meninjau tempat longsor tersebut. “Kami sudah membuat laporan kepada Dinas Sosial maupun Lurah, mereka sudah mengambil keterangan tetapi hingga longsor kedua kalinya ini tidak ada jawab apapun. Bahkan lurah hanya menyuruh kami untuk menunggu bantuan, hingga kini tidak ada bantuan apapun sama sekali,”ungkapnya.

Dengan kejadian longsor yang sudah terjadi dua kali tersebut, Rufina berharap, adanya bantuan berupa materi untuk membeli material sepeti batu bata, semen, pasir dan lain sebagainya agar ia bisa mengerjakan pembangunan kembali pondasi rumah dan tembok dapur.  “Sampai saat ini tidak ada pembangunan talud lagi,”terangnya. Menurut informasi yang diperoleh, sebelum dibangunnya talud, rumah milik Rufina tidak ­pernah terdampak longsor. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed