oleh

Terdakwa Penista Agama Divonis Tahun Penjara

KAIMANA – YR terdakwa penistaan Agama di Kaimana hanya bisa terdiam dan tertunduk di kursi pesakitan, ketika majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kaimana, membacakan putusan atas perbuatannya, yang telah menistakan salah satu agama melalui laman facebook miliknya, akhir Juli 2020 lalu. YR divonis bersalah dan wajib menjalani hukuman penjara selama dua tahun, dalam sidang yang digelar di ruang sidang PN Kaimana, Kamis (10/12).

Sebelum memasuki sidang putusan, kurang lebih sudah enam kali YR menjalani persidangan. YR didakwa bersalah oleh majelis hakim yang diketuai oleh Nyoman Gede Ngurah Bagus Artana, SH, karena melanggar pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI no. 11 tahun 2008 tentang ITE.
“Sebelum sidang pembacaan putusan atau vonis, sudah enam kali menjalani persidangan. Terbukti bersalah, dan wajib menjalani hukuman pidana 2 tahun penjara dipotong masa tahanan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” jelas Kajari Kaimana, melalui JPU Kejari Kaimana Diky Wahyu Ariyanto, SH ketika dikonfirmasi melalui saluran teleponnya, Kamis (10/12).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dalam persidangan pembacaan putusan YR didampingi kuasa hukum, serta turut hadir istri bersama anak semata wayangnya yang masih bayi, serta sejumlah anggota keluarga YR.
Kasus ini bermula saat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kaimana M. Zein Farisa, pada tanggal 20 Agustus lalu mendatangi Polres Kaimana, guna melaporkan ujaran kebencian melalui postingan di Media Sosial (Medsos) oleh pemilik akun facebook berinisial YR. Laporan Polisi yang diterima wartawan, dengan nomor STPL/152/VIII/2020/Papua Barat/Res KMN/SPKT III. YR diduga telah menyalahgunakan akun facebooknya, pada akhir Juli 2020 lalu dengan mengomentari salah konten di media sosial bernada kebencian. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed