oleh

Terdakwa KMR Masih Beristri

-Metro-122 views

 SORONG-Sidang lanjutan kasus perkara aborsi yang melibatkan IT (53) (bidan) bersama dengan KMR (29) yang merupakan kekasih dari AM (korban) memasuki babak baru dengan agenda pemeriksaan dua saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni HM (ayah korban) dan OM (paman korban), di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Sorong yang dipimpin oleh Dinar Pakpahan, SH,MH, Rabu (12/8).

Dalam keterangannya, kedua saksi mengungkapkan tidak mengenal IL apalagi KMR yang merupakan kekasih anaknya tersebut. Bahkan menurut HM, KMR sempat mendatangi rumahnya pada hari Minggu (22/3) dan mengatakan anaknya bernama AM sedang di rawat di RS Sele be Solu karena asam lambungnya kambuh, padahal menurut HM anaknya tidak memiliki riwayat asam lambung.

“Saya sempat mengajak dia untuk ikut ke RS dan dia bilang dia akan ikut, tapi sampai di RS Sele be Solu dia tidak ikut,”jelasnya dalam persidangan, kemarin.

Diakui HM ia tidak mengetahui jika anaknya dalam keadaan sedang mengandung, mengingat bekerja di daerah lain, sehingga hanya berada di rumah selama 2 atau 3 hari saja. Selain itu, AM juga dikenal sebagai anak yang agak pendiam dan tertutup.“Kami hanya diberitahu bahwa anak kami itu meninggal di rumah bidan, dan itu yang kasih tahu adalah pihak kepolisian,”ungkapnya.

Sementara itu, paman korban OM mengatakan sesampainya di RS Sele be Solu, ia sudah melihat keponakananya tersebut dalam keadaan kaku dan sepertinya sudah meninggal lama. OM sangat kecewa ketika melihat keadaan keponakannya yang hanya menggunakan sarung dan dalam keadaan basah, sehingga ia menanyakan kepada petugas RS siapa yang membawa jenazah keponakannya tersebut.

“Petugas pun tidak tahu, bahkan petugas tidak mencatat namanya dengan baik dan alamat yang diberikan pun palsu. Sehingga saya lapor ke polisi dan saya lacak dan mencari tahu, kemudian saya dapat informasi bahwa orang tua KMR berada di Km 10 masuk,”ungkapnya.

Sehingga, OM mendatangi keluarga KMR dan meminta izin untuk membawa KMR untuk diproses sehingga KMR pun mengakui perbuatannya. Sehingga, pihak Polresta Sorong akhirnya menyuruh ia pulang untuk mengurus pemakaman AM sebab cairan di tubuh AM sudah keluar.

“Saya bahkan balik dan datang ke rumah keluarga KMR dengan baik-baik dan mengatakan bahwa anaknya adalah pelaku dari kematian AM yang saat ini jenazahnya berada di kampung baru, sehingga bapak dan ibu bisa datang untuk bantu urus, namun sayangnya pihak keluarga KMR tidak datang,”ungkapnya.

PH terdakwa, menanyakan apakah ada kesepakatan secara tertulis kemudian apakah ada diserahkan biaya penguburan. Hengki mengakui bahwa ada tertulis kesepakatan waktu di Polresta Sorong, akan tetapi proses hukum tetap berlangsung, kemudian juga ada biaya pemakaman sebesar Rp 100 juta akan tetapi baru diberikan Rp 50 juta beberapa hari lalu.

PH terdakwa IL mengatakan, saksi tidak dapat menjelaskan secara detail kronologis kejadiannya, namun hanya mendengar dari pihak kepolisian. Sehingga, pihaknya meminta kepada majelis agar dapat menghadirkan saksi fakta.

Sementara itu, diketahui bahwa dalam sidang tersebut juga hadir orang tua dari Istri terdakwa KMR, sehingga diketahui bahwa KMR sudah memiliki istri dan 1 orang anak berusia sekitar 2 tahunan.

Mengetahui hal tersebut, PH terdakwa KMR mengatakan ia tidak tahu jika KMR sudah memiliki istri, yang ia tahu bahwa KMR menjalin hubungan yang cukup lama dengan AM hingga akhirnya AM pun mengandung dan kedua bersepakat untuk menggugurkan.”Saya tidak tahu kalau KMR punya istri, karena dia masih kuliah dan mahasiswa,”pungkasnya.

Selanjutnya, sidang akan dilaksanakan pada hari Rabu (26/7) dengan agenda yang sama, pemeriksaan saksi.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed